JAKARTA (HARIANSTAR.COM) – Belakangan berita kematian mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Imam Muslimin atau Yai Mim sempat menarik perhatian publik.
Polisi mengungkap kematian tersangka kasus pornografi ini mengarah kepada asfiksia.
Apakah asfiksia, baik penyebab dan gejalanya? Yuk simak ulasannya di bawah ini!
Asfiksia adalah kondisi ketika kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Bila tidak segera mendapatkan penanganan, kondisi ini bisa menyebabkan hilangnya kesadaran, cedera otak, atau kematian.
Asfiksia bisa terjadi saat persalinan. Ini disebut juga asfiksia lahir atau asfiksia perinatal. Pada kasus tersebut, aliran darah atau oksigen ke janin tidak mencukupi.
Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab asfiksia, antara lain:
1. Tenggelam
Saat seseorang tenggelam, ia tidak bisa bernapas karena menghirup air.
Akibatnya, tubuh mereka tidak bisa mengalirkan oksigen ke jaringan dan organ mereka.
2. Asfiksia kimia
Ini terjadi ketika seseorang menghirup zat yang bisa memutus suplai oksigen tubuh, baik dengan cara menggantikan oksigen di paru-paru, atau mengganggu pengiriman oksigen dalam darah.
Salah satu contoh zat kimia yang bisa menyebabkan asfiksia disebut karbon monoksida, gas tidak berbau dan tidak berwarna yang ditemukan dalam asap.
3. Anafilaksis
Anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah terhadap makanan, obat-obatan, atau sengatan serangga.
Reaksi alergi ini bisa menyebabkan pembengkakan pada saluran udara bagian atas.
Bila tidak segera ditangani, pembengkakan bisa bertambah parah dan mengganggu pernapasan.
4. Asma
Selama serangan asma yang parah, saluran udara bisa membengkak dan menyempit.
Tanpa penanganan segera, saluran udara bisa menjadi terlalu sempit dan memutus pasokan oksigen.
5. Saluran udara tersumbat oleh benda asing
Ketika tersedak, benda asing yang tersangkut di jalan napas membuat seseorang sulit untuk menghirup oksigen
6. Pencekikan
Ketika dicekik oleh tangan, pengikat, atau benda lain, hal ini juga bisa menyulitkan seseorang untuk bernapas, sehingga kadar oksigen dalam tubuh perlahan akan menurun.
Berikut beberapa kelompok orang yang berisiko lebih tinggi mengalami asfiksia:
1. Pengidap asma.
2. Orang yang memiliki alergi.
3. Bayi
4. Orang dengan masalah pernapasan.
5. Orang yang mengalami kesulitan menelan.
Gejala asfiksia yang umumnya terjadi, antara lain:
Suara serak
Sakit tenggorokan
Kesulitan menelan
Sesak napas
Hiperventilasi
Memburuknya asma yang ada
Kecemasan
Konsentrasi yang buruk
Sakit kepala
Penglihatan kabur atau berkurang
Penurunan kesadaran. (*)



























