MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Pasar keuangan kembali mendapatkan angin segar dari kemungkinan pembicaraan antara Iran dengan AS. Harga minyak dunia kembali turun dan ditransaksikan dikisaran harga $92 hingga $95 per barelnya.
Penurunan harga minyak mentah untuk sementara menjadi sentimen positif bagi penguatan harga emas. Dimana pada sesi perdagangan pagi ini harga emas alami kenaikan ke level $4.836 per ons troy, atau sekitar 2.67 juta per, ujar Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, di Medan Rabu (15/4).
Disebutkan Gunawan, harga emas dunia menguat ditengah harapan adanya peluang bagi kedua pihak yang berperang untuk menempuh jalan damai. Sehingga selanjutnya pelaku pasar akan menanti hasil negosiasi tersebut sebagai acuan kebijakan investasi selanjutnya.
Sementara itu ,mata uang Rupiah pada perdagangan pagi ini relatif stabil dengan kecenderungan melemah terhadap US Dolar, ucapnya.
Lebih lanjut, Rupiah ditransaksikan turun di level 17.120 per US Dolar. Belakangan ini tekanan yang dialami Rupiah kerap alami peningkatan, meskipun sejumlah indikator menunjukan bahwa US Dolar berpeluang melemah ditengah penurunan kinerja US Dolar Index maupun imbal hasil US Treasury 10 Tahun. Pelaku pasar mengkuatirkan dampak buruk dari perang yang berkepanjangan yang telah membebani fiskal maupun Rupiah, katanya.
Disisi lain kinerja IHSG pada pembukaan perdagagangan menguat di level 7.750. IHSG menguat ditengah membaiknya mayoritas lebih bursa saham di Asia. Minimnya agenda ekonomi yang dirilis pada perdagangan hari ini membuat IHSG akan lebih banyak digerakan oleh sentimen kinerja bursa saham di Asia.
Meski demikian pelaku pasar masih mewaspadai kemungkinan pembalikan arah seiring ketidakpastian geopolitik di timur tengah, pungkas Gunawan. (Abi)



























