MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Anggapan bahwa cedera akibat kecelakaan kerja maupun lalu lintas akan berujung pada kecacatan permanen masih kerap menghantui masyarakat. Padahal, dengan penanganan medis yang tepat sejak awal, pasien memiliki peluang besar untuk pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
dr. Heru Rahmadhany, Sp.OT(K), Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan di Rumah Sakit Columbia Asia Aksara (RSCAA) menegaskan bahwa kemajuan teknologi medis saat ini telah memungkinkan penanganan cedera menjadi jauh lebih optimal dan aman.
“Banyak masyarakat yang masih takut berobat ketika mengalami cedera, terutama karena khawatir harus menjalani operasi atau mengalami kecacatan. Padahal, dengan teknologi yang terus berkembang dan perawatan yang tepat, pasien yang mengalami cedera akibat kecelakaan kerja bisa kembali beraktivitas seperti sehari-hari,” ujarnya.
Ia mengingatkan, penanganan awal menjadi kunci penting dalam menentukan tingkat keparahan cedera. Kesalahan atau keterlambatan penanganan justru dapat memperburuk kondisi yang seharusnya bisa ditangani lebih ringan.
“Yang paling penting itu penanganan awal. Ada kasus yang sebenarnya tidak terlalu serius, tetapi karena salah penanganan atau tidak segera ditangani, akhirnya menjadi lebih berat. Jadi jangan ragu atau menunda datang ke rumah sakit,” tegasnya.
dr Heru menjelaskan RSCAA memiliki Trauma Centre yang terintegrasi dan beroperasi sepanjang waktu. “Rumah Sakit Columbia Asia Aksara berkomitmen untuk jadi bagian dari solusi dalam penanganan kegawatdaruratan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
RSCAA menghadirkan Trauma Centre yang beroperasi 24 jam. Layanan ini dirancang untuk menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan akibat trauma, mulai dari luka bakar, luka sayatan, hingga cedera tulang.
Tingginya angka kecelakaan di Indonesia menjadi latar belakang pentingnya kesiapan layanan trauma. Data Korlantas Polri mencatat, pada 2023 terjadi lebih dari 152.000 kecelakaan lalu lintas dengan sekitar 27.000 korban meninggal dunia, serta ratusan ribu korban luka.
Di Sumatera Utara sendiri, angka kecelakaan juga tergolong tinggi, dengan lebih dari 6.000 kasus sepanjang 2023. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan layanan medis yang cepat, tepat, dan terintegrasi.
Hospital CEO Columbia Asia Hospital Aksara, Deasy Mochtar, mengatakan kecepatan penanganan menjadi fokus utama, terutama pada masa “golden period” yang sangat menentukan keselamatan dan pemulihan pasien.
“Setiap menit sangat berarti dalam kasus cedera. Karena itu, kami memastikan kesiapan tim dan fasilitas agar pasien mendapatkan penanganan cepat dan tepat, sekaligus menekan risiko kecacatan,” ujarnya.
Selain didukung tim multidisiplin dan fasilitas modern, layanan ortopedi di rumah sakit ini juga terintegrasi dengan program jaminan kecelakaan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, sehingga akses layanan bagi pasien menjadi lebih mudah.
Dengan hadirnya Trauma Centre terintegrasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu untuk segera mendapatkan penanganan medis saat mengalami cedera. Penanganan yang cepat dan tepat bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membuka peluang besar bagi pasien untuk pulih sepenuhnya dan kembali menjalani kehidupan secara normal. (RED)


























