SERGAI (HARIANSTAR.COM) – Warga Desa Melati Kecamatan Perbaungan gempar, pasalnya ditemukan seorang ibu rumah tangga berinisial BF (24) telah meninggal dunia dengan kondisi tapi nilon dilehernya, dan diduga gantung diri didalam kamar.
Saat ditemukan adik dan keluarganya, rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, Sabtu (24/12/2023).
Saat dikonfirmasi media ini kepada Kanit Reskrim Polsek Perbaungan, Ipda RK Haloho yang turun ke lokasi, membenarkan kejadian ini.
“Setelah mendapat laporan dari warga, personel Reskrin Polsek Perbaungan langsung turun ke lokasi, dan sebelumnya kita juga sudah mengontak Sat Reskrim Polres Sergai, untuk menurunkan Tim Inafis (Identifikasi) Polres Sergai ke lokasi kejadian,” kata Kanit Res Polsek Perbaungan.
Dari keterangan saksi, lanjut Ipda RK Haloho yakni Ilham (53), Lini (50), Mutiara (21) adik korban, Su darmansyah Sipayung (38) Kepala Dusun Nangka Desa Melati II terungkap asal mulai ditemukannya korban.
“Saat itu Kini (tetangga korban) curiga karena rumah korban dalam keadaan sepi dan pintu terkunci. Kemudian Kini menghubungi adik korban bernama Mutiara dan mengajak suaminya Ilham dan Mutiara untuk mengecek rumah korban. Karena semua pintu terkunci, Ilham membuka kunci pintu dari lubang pentilasi/jendela atas pintu, dan setelah masuk kedalam rumah para saksi membuka kamar utama yang tembus ke kamar korban. Didalam kamar korban didapati korban sudah dalam leher terikat tali nilon, dalam posisi tergantung. Kaget, Lini spontan berlari keluar rumah dan menjerit minta tolong warga. Setelah personel Polsek Perbaungan datang, barulah korban diturunkan dari tiang rumah untuk di lakukan identifikasi. Hasil identifikasi Unit Inafis Polres Sergai dan Polsek Perbaungan, korban gantung diri menggunakan tali nilon dengan simpul mati,” jelas Ipda RK Haloho.
Dari sumber fb milik korban di medsos terungkap, kalau korban bergelar Amd. Keb atau Ahli Madya jurusan Kebidanan, mempunyai satu anak (putri) usia 1 tahun.
Beberapa hari yang lalu, BF dan putrinya berniat mau berangkat ke Malaysia menyusul suami dan Ibunya yang bekerja di negara jiran itu. Entah kenapa, sesampainya di Bandara Kualanamu dirinya dan anaknya tidak diperbolehkan berangkat, padahal tiket pesawat pulang/pergi sudah dibeli.
Alhasil, tiket pesawat yang sudah dibeli untuk pulang pergi menjadi hangus alias tidak berlaku lagi, dan diduga karena hal inilah korban nekat mengakhiri hidupnya. (biets)


























