SERGAI (HARIANSTAR.COM) – Belasan Anak Baru Gede (ABG) sekitar usia 15 – 18 tahun, dengan menaiki sepeda motor knalpot brong diduga berasal dari Pulo Gambar kecamatan Serba Jadi, Sergai melintas di jalan Desa Senak Kecamatan Pegajahan, Rabu (18/10/2023) malam.
Aksi konvoi kenderaan sepeda motor ugal-ugalan anak Genk Motor (Gemot) ini, sontak menjadi perhatian warga Desa Senak. Apalagi sebelumnya mendapat isu kalau Anak Gemot Pulo Gambar, bakal menyerang ke Desa Bingkat Kecamatan Pegajahan diduga masalah anak baru gede.
Informasi yang berhasil diperoleh dari salah satu Kepala Dusun di Desa Bingkat, Kamis (19/10/2023) malam mengungkapkan, setelah mendapat kabar dari warga Desa Senak guna mengantisipasi jangan ada tawuran, warga mencoba mencegat konvoi ABG ini di perbatasan perkebunan dengan Desa Bingkat di areal Batu 50.
Ternyata, warga Desa Senak yang curiga melihat gelagat konvoi kenderaan sepeda motor AbG itu juga mengejar mereka ke Desa Bingkat. Merasa dikepung dua warga desa, para Gemot itu mencoba kabur dengan sepeda motornya ke arah perkebunan Adolina.
Warga dibantu Sekuriti Kebun Adolina akhirnya berhasil mengamankan 8 anak belasan tahun berikut sekitar 5 unit sepeda motor dan senjata tajam terdiri dari Samurai, Parang dan Arit.
Menurut Kepala Desa Senak, Miswanto yang dihubungi awak media ini melalui selular mengatakan, warga Senak memang mengejar mereka untuk mengantisipasi agar tidak terjadi baku hantam, kami juga secepatnya melapor ke Polsek Perbaungan dan Camat Pegajahan. Di hadapan Camat Pegajahan mereka mengaku mau ke Desa Bingkat mencari lawan mereka, dan mereka juga mengaku kalau membawa senjata tajam.
“Tapi karena dikejar masa, sajam itu disembunyikan di areal kebun Sawit, dan setelah dicari bersama Sekuriti Perkebunan berhasil ditemukan,” jelas Miswanto.
Camat Pegajahan, Nurul Huda yang coba di konfirmasi, Kamis (19/10/2023) malam mengatakan, benar ada delapan warga yang mengaku dari desa Pulo Gambar kecamatan Serba jadi, dan dari Galang (Deli Serdang) berhasil diamankan warga desa Senak dan Desa Bingkat.
“Pelaku dibawa ke kantor Desa Senak, setelah Polisi datang lalu diserahkan ke Polsek Perbaungan bersama barang bukti saham dan sepeda motor, untuk pemeriksaan,” jelas Camat.
Sementara Kapolsek Perbaungan melalui Kanit Reskrim, Ipda R. K Sialoho ketika dikonfirmasi melalui selular, Jum’at (20) 10/2023) mengatakan, ada 8 orang yang diserahkan.
“Dan kalau senjata tajam itu ditemukan setelah mereka ditangkap warga, artinya sebelumnya disembunyikan di areal kebun Sawit,” kata Ipda RK Sialoho tanpa menyebut jumlah unit ranmor yang ikut diserahkan. (biets)
























