Jalinsum di Sergai, sangat sempit dan jika terjadi lakalantas pasti macat. (Foto : biets)
SERGAI (HARIANSTAR.COM) – Hal ini mungkin menelisik para pembaca untuk membahasnya, dan pengalaman pewarta bersama rekan media lain juga akan kita himpun.
Korban dihantam Truk kemarin (Sabtu 2/9/2023) adalah dua remaja warga Desa Matapao kecamatan Teluk Mengkudu, kejadian di KM 54-55 Dusun I Desa Firdaus yang lebih dikenal dengan sebutan Warung Bebek di Sei Rampah.
Ini bukan kecelakaan yang terakhir, sebelumnya yang masih diingat adalah dalam sehari disatu tempat yakni di Titi Putih, perbatasan Desa Sei Rampah dan Desa Pon pada pagi harinya, seorang rekan pengurus LSM dilindas Truk Kontainer karena sepeda motornya mau naik beram, tapi terpeleset dan langsung kepalanya disambut Ban belakang Truk Kontainer.
Sore harinya, masih dilokasi yang sama seorang Balita gegara jatuh dari boncengan sepeda motor yang dinaiki keluarganya, langsung tubuhnya disambut ban belakang Truk Kontainer.
Pemerintah melalui Dirjen Perhubungan Darat, pernah mengeluarkan peraturan, kalau Truk ODOL (Over Dimension Over Load) ini tidak boleh lagi beroperasi.
Tapi kayaknya peraturan itu kalah dengan aturan Pengusaha Angkutan yang umumnya Toke Mata Sipit, bahkan saat ini truk ODOL bebas beroperasi tanpa ada tindakan dari Penguasa atau berwenang.
Siapa korbannya ??, kalau ada korban cukup dikasi uang suka sekian- sekian dengan membawa beking. Padahal, jika Toke punya nurani, yakni dengan menambahkan uang jalannya untuk masuk Tol, dan sanksi jika tidak masuk Tol kalau ada kejadian tanggung jawab Sopir, maka lakalantas dapat diminimalisir.
Sekaligus kesadaran para sopir Truk antar lintas janganlah uang membayar Tol itu untuk dibuat menafkahi selingku hanya di Warung atau main judi dimana Truknya mampir, coba ketuk nuranimu jika yang mendapat kecelakaan itu, anak atau keluargamu ??.
Di kawasan Sei Buluh hingga Warung Bebek, kerap terjadi pelemparan kepada para sopir Truk. Ini juga perlu koreksi diri, kalau sopir Truk itu tak seenaknya memotong jalan, hingga mengabaikan pengendara sepeda motor didepannya maka hal ini tidak akan terjadi.
Mungkin saja Sopir itu sudah kena Tusor, tapi ini kembali kepada kita masing-masing.
Jalinsum di Sergai ini mulai dari Perbaungan hingga Rambutan di batas Tebingginggi, lebar jalannya cuma 6 meter. Tetapi lihat, mulai jam 07.00 pagi hingga siang dan mulai jam 15.00 hingga pukul 22.00 wib jalanan penuh dengan truk berbadan besar yang mau ke Medan atau berangkat ke luar Provinsi Sumut.
Harapan masyarakat kecil ini sekarang tertumpu kepada Pj. Gubernur Sumut yang akan dipantik, Hasanuddin. Sebagai mantan Pangdam I/BB dan saat ini diper caya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Pj Gubsu, setidaknya mampu mengabulkan permintaan rakyat kecil ini, dimana para Gubernur Sumut yang lalu itu, hanya banyak mengumbar janji kepada masyarakat Sergai.
Mulai dari banjir yang melanda kawasan Sei Rampah selama dua bulan, akibat janji tak ditepati makanya enggan datang ke Sergai, hingga akhir masa jabatannya. (biets)



























