SAMOSIR (HARIANSTAR.COM) – Bupati Samosir diwakili Staf Ahli Hut Isasar Simbolon mengikuti Rapat Koordinasi penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula Wira Pinandita Polres Samosir. Turut hadir mendampingi Asisten I, Kadis Kominfo, Kepala BPBD, KasatpolPP dan para camat.
Rapat koordinasi penanggulangan karhutla ini dibuka secara resmi oleh Kapolres Samosir Yogie Hardiman, dihadiri Dandim 02/10 TU yang diwakili Pabung, G Sebayang dan Kajari diwakili Daniel Tambunan, seluruh Kapolsek dan Danramil.
Kapolres Samosir menekankan perlunya perhatian khusus bagi seluruh stakeholder dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. “Kita minta bantuan para Camat, Babinkamtibmas, Babinsa bekerjasama dengan Kepala Desa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar dalam membuka lahan tidak dengan cara dibakar untuk menghindari terjadinya kebakaran,” imbaunya.
Hut Isasar Simbolon, mewakili Bupati Samosir menyampaikan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan ini selalu terjadi setiap tahunnya. Beliau meminta peran penting dari Manggala Agni selaku lembaga yang bertugas langsung menangai kebakaran hutan agar lebih aktif dan memaksimalkan potensinya dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di Samosir. “Kami meminta Manggala Agni selaku lembaga yang khusus menangani kebakaran hutan lebih proaktif dalam menangani karhutla, kami juga meminta agar Manggala Agni mengajak pegawai kehutanan yang ada di Samosir agar turut serta membantu penanganan karhutla ini,” harapnya.
Hut Isasar juga meminta agar seluruh stakeholder terkait mengutamakan pencegahan daripada pemadaman. “Mewakili Pemerintah Kabupaten Samosir, kami meminta lebih mengutamakan pencegahan, terutama karena Kabupaten Samosir merupakan KSPN dan juga Kawasan Geopak Kaldera Toba,” katanya, Selasa (27/6/2023).
Di akhir rapat, Kapolres menyimpulkan, bahwa penanganan Karhutla ini akan lebih maksimal jika seluruh stakeholder selalu berkomunikasi dan saling memberi informasi. Supaya mengutamakan pencegahan daripada penanganan. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pembukaan lahan dan pemanfaatan jerami agar tidak dibakar. Agar melakukan sosialisasi terus menerus, sehingga pesan-pesan pencegahan Karhutla sampai kepada seluruh masyarakat Samosir. (JBR/156)



























