• Latest
  • Trending
  • All
Alarm Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

Alarm Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

5 Mei 2026
PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu Gelar Upacara Hari Listrik Nasional

PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu Gelar Upacara Hari Listrik Nasional

27 Oktober 2026
KUPEDES BRI Bantu Pelaku UMKM Besarkan Usaha hingga Buka Lapangan Kerja

KUPEDES BRI Bantu Pelaku UMKM Besarkan Usaha hingga Buka Lapangan Kerja

27 Oktober 2026
Deli Serdang Raih TPAKD Award 2026, OJK Apresiasi Penguatan Akses Keuangan di Sumut 

Deli Serdang Raih TPAKD Award 2026, OJK Apresiasi Penguatan Akses Keuangan di Sumut 

27 Oktober 2026
PBVSI Cup I, DPRD Padangsidimpuan Raih Juara Pertama Putra

PBVSI Cup I, DPRD Padangsidimpuan Raih Juara Pertama Putra

27 Oktober 2026
Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis

26 Oktober 2026
Bapenda Medan Hadirkan ‘Pojok PBB Goes to Kecamatan’

Bapenda Medan Hadirkan ‘Pojok PBB Goes to Kecamatan’

26 Oktober 2026
BRI dan BPN Jalin Kerja Sama Fasilitasi Pendampingan Usaha

BRI dan BPN Jalin Kerja Sama Fasilitasi Pendampingan Usaha

26 Oktober 2026
Rico Waas: Perbedaan Bukan Sekat, Melainkan Kekuatan Kota Medan

Rico Waas: Perbedaan Bukan Sekat, Melainkan Kekuatan Kota Medan

26 Oktober 2026
Rico Waas Lepas Ribuan Peserta Korpasgat Charity Run 2026

Rico Waas Lepas Ribuan Peserta Korpasgat Charity Run 2026

26 Oktober 2026
Apes, Maling Sawit Kebun PTPN IV Diamankan, Temannya Kabur

Apes, Maling Sawit Kebun PTPN IV Diamankan, Temannya Kabur

26 Oktober 2026
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pentolan Geng Motor, 8 Butir Ekstasi Disita

Polrestabes Medan Ringkus 2 Pentolan Geng Motor, 8 Butir Ekstasi Disita

26 Oktober 2026
Polres Karo Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Selama 14 Hari

Polres Karo Gelar Operasi Patuh Toba 2026 Selama 14 Hari

26 Oktober 2026
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home KESEHATAN

Alarm Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

by Ratih
5 Mei 2026
in KESEHATAN, PENDIDIKAN
Alarm Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

Dok: Dr. Koko saat mempresentasikan karya ilmiahnya dalam konferensi International Sustainable Built Environment 2025 (SBE25) di Trondheim, Norwegia. [Ist]

FacebookWhatsappTelegram

JAKARTA (HARIANSTAR.COM) – Peringatan Hari Bumi 22 April lalu menjadi titik balik untuk mengevaluasi langkah nyata Indonesia dalam menghadapi krisis iklim.

Laporan STOP Methane Project dari UCLA (2025) mengungkap fakta mengejutkan, lokasi pembuangan sampah di Jakarta terdeteksi satelit sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia dalam kategori fasilitas limbah global.

Baca Juga

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis

Pimpin Upacara di SMPN 9 Padangsidimpuan, Kapolsek Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Stop Perundungan

RS Adam Malik Rawat Satu Jenazah Pasien Tanpa Keluarga dan Identitas

Gas metana yang dilepaskan dari tumpukan sampah organik ini memiliki kekuatan memanaskan bumi hingga 80 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO2).

Ir. I Wayan Koko Suryawan, Ph.D., pakar Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER), menegaskan bahwa temuan ini adalah alarm keras.

“Data satelit tidak bisa berbohong. Ketika Jakarta menempati posisi kedua dunia, itu artinya kita sedang menghadapi bom waktu iklim. Satu titik emisi TPA yang pekat di Jakarta bisa menyumbang pemanasan global setara dengan polusi dari satu juta mobil SUV dalam setahun,” ujar Dr. Koko.

Data Kementerian Lingkungan Hidup (2025) memperkuat urgensi ini: dari 56,63 juta ton sampah nasional tahunan, sebanyak 21,85% masih ditimbun secara terbuka (open dumping). Hal inilah yang memicu pelepasan gas metana yang sangat pekat hingga terdeteksi oleh teknologi satelit internasional.

Melalui riset terbarunya berjudul “Achieving Zero Waste for Landfills by Employing Adaptive Municipal Solid Waste Management Services”, Dr. Koko menawarkan solusi adaptif untuk memutus rantai emisi ini langsung dari sumbernya. Penelitian ini telah diterbitkan di jurnal internasional bereputasi, Ecological Indicators (Elsevier), yang memiliki H-Index 146 dan masuk dalam kategori jurnal Q1 — peringkat tertinggi dalam kualitas jurnal ilmiah.

Dalam kajiannya yang melibatkan 651 warga Jakarta dari kawasan kumuh dan non-kumuh, Dr. Koko menemukan fakta menarik: warga Jakarta sebenarnya sudah sangat sadar bahwa memilah sampah itu penting. Namun, kesadaran ini “macet” dan tidak menjadi aksi nyata karena fasilitas yang tersedia belum mendukung.

“Masyarakat kita sudah paham, tapi mereka bingung harus bertindak bagaimana karena sistemnya belum siap. Karena itu, Jakarta tidak bisa lagi cuma mengandalkan imbauan. Kita butuh cara yang lebih dekat dengan warga, seperti sistem pengingat di ponsel, memaksimalkan bank sampah, hingga menggerakkan tokoh masyarakat atau kader lokal sebagai contoh di lingkungan masing-masing,” jelas Dr. Koko.

Riset ini turut menyoroti perbedaan kebutuhan warga. Bagi masyarakat di kawasan elit, teknologi Smart City dan sensor pengangkutan sampah digital adalah solusinya. Sementara bagi warga di pemukiman padat, yang paling mendesak adalah kepastian sampah mereka diangkut tepat waktu dan adanya wadah pemilahan yang memadai. Tanpa solusi yang menyentuh akar rumput ini, peringkat Jakarta sebagai penyumbang metana dunia akan sulit diperbaiki.

Dr. Koko turut menyarankan percepatan teknologi penangkapan gas metana (Landfill Gas/LFG) di TPA Bantargebang untuk dikonversi menjadi energi listrik, mengingat kapasitas infrastruktur saat ini masih jauh dari optimal. Selain investasi teknologi, kunci perbaikan peringkat Jakarta sebagai penyumbang metana dunia terletak pada transparansi data emisi yang proaktif serta solusi inklusif yang menyentuh akar rumput, sehingga pemerintah tidak hanya bergantung pada laporan satelit asing untuk memantau krisis ekologis di wilayahnya sendiri.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, S.Si., M.Si., menegaskan peran UPER sebagai institusi berbasis sains dan teknologi yang didirikan PT Pertamina (Persero) dalam mengatasi krisis ini.

“UPER berkomitmen menghadirkan riset terapan dan teknologi penangkapan metana untuk memastikan era open dumping segera berakhir sesuai UU No. 18 Tahun 2008, demi mendukung SDG 11 (Kota Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim),” tutupnya.” tutup Prof. Djoko. (*)

Post Views: 849
Tags: 22 AprilBahaya Gas MetanaHari BumiKrisis TPAPakar UPER
ShareSendShare
Ratih

Ratih

Baca Juga

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis
HEADLINE

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis

26 Oktober 2026
Pimpin Upacara di SMPN 9 Padangsidimpuan, Kapolsek Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Stop Perundungan
PENDIDIKAN

Pimpin Upacara di SMPN 9 Padangsidimpuan, Kapolsek Ajak Siswa Jauhi Narkoba dan Stop Perundungan

26 Oktober 2026
RS Adam Malik Rawat Satu Jenazah Pasien Tanpa Keluarga dan Identitas
KESEHATAN

RS Adam Malik Rawat Satu Jenazah Pasien Tanpa Keluarga dan Identitas

23 Oktober 2026
Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik
PENDIDIKAN

Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik

21 Oktober 2026
Bupati Karo dan Kajari Perkuat Sinergi Pendidikan Melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik
PENDIDIKAN

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Sinergi Pendidikan Melalui Program Jaksa Sahabat Pendidik

21 Oktober 2026
RS Adam Malik Hadirkan Layanan Urodinamik untuk Deteksi Kelainan Saluran Kemih
KESEHATAN

RS Adam Malik Hadirkan Layanan Urodinamik untuk Deteksi Kelainan Saluran Kemih

19 Oktober 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In