MEDAN (HARIANSTAR.COM) – IHSG sempat dibuka menguat di level 6.507 meskipun hanya sesaat dan sejauh ini kembali ditransaksikan di zona merah. Secara teknikal IHSG berpeluang untuk menembus level psikologis 6.400. IHSG bergerak anomali dibandingkan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang ditransaksikan di zona hijau.
Ada beberapa sentimen yang dilewatkan pasar karena libur perdangan sebelumnya. Dimana AS telah Amerika Serikat (AS) telah resmi mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder dan isolasi ekonomi terhadap semua negara atau entitas yang tetap berdagang atau bekerja sama dengan Iran. Dan sejauh ini China dikabarkan menolak sanksi AS tersebut, ujar Gunawan Benjamin Pengamat Ekonomi Sumut di Medan, Rabu (26/8) pagi.
Ditambahkan, Sentimen tersebut belum menberikan dampak signifikan terhadap kinerja sektor keuangan. Namun memberikan isyarat bahwa potensi eskalasi konflik yang meluas masih berpeluang terjadi. Dari tanah air, pada hari ini akan dilakukan fit and proper test untuk calon tunggal gubernur Bank Indonesia, katanya.
Sementara, mata uang Rupiah terpantau alami penguatan pada perdagangan pagi ini dengan ditransaksikan dikisaran level 17.685 per US Dolar. Sementara kinerja USD Index yang relatif stabil di kisaran level 98.9, juga tidak berpotensi memicu tekanan pada mata uang Rupiah. Diperkirakan Rupiah bergerak sideways dalam rentang 17.650 hingga 17.730 per US Dolar, ucap Gunawan.
IHSG berpeluang ditransaksikan dalam rentang 6.400 hingga 6.530. Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level $4.661 per ons troy, atau sekitar 2.66 juta per gram. Harga emas pada perdagangan hari ini berpeluang melanjutkan tren penguatan dekati level psikologis $4.700 per ons, pungkasnya. (Abi)




















