P.SIDIMPUAN (HARIANSTAR.COM) -Sekretaris Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut, Anwar Fahmi Siregar menyampaikan kritik terhadap minimnya pembangunan di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) setelah satu tahun lebih kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Ia yang juga merupakan salah satu pemuda yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menilai bahwa hingga saat ini masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) belum merasakan dampak pembangunan yang signifikan, baik dari sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami sebagai pemuda Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) melihat bahwa sampai hari ini pembangunan di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) masih sangat minim. Harapan besar masyarakat terhadap pemerataan pembangunan di Sumatera Utara belum sepenuhnya terjawab,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Ia juga menyoroti janji Bobby Nasution yang sebelumnya menyampaikan akan berkantor selama tiga bulan di Tabagsel. Menurutnya, janji tersebut hingga kini masih sebatas wacana dan belum terealisasi secara nyata.
“Pernyataan untuk berkantor selama tiga bulan di Tapanuli Bagian Selatan sempat memberikan harapan besar bagi masyarakat. Namun sampai sekarang masyarakat belum melihat realisasi dari komitmen tersebut. Jangan sampai kepercayaan publik hilang karena janji yang tidak ditepati,” tukasnya.
Ia menegaskan, masyarakat tidak membutuhkan sekadar narasi atau kunjungan seremonial, melainkan langkah konkret dalam membangun kawasan Tapanuli Bagian Selatan yang selama ini dinilai tertinggal dibanding beberapa wilayah lain di Sumatera Utara.
Anwar juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk lebih serius memperhatikan kondisi jalan, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pembangunan ekonomi masyarakat di wilayah Tabagsel.
“Kami berharap pemerintah hadir dengan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat Tapanuli Bagian Selatan. Potensi daerah kami sangat besar, tetapi membutuhkan perhatian dan keseriusan pemerintah untuk mengembangkannya,” tutupnya.(Indra Saputra)



























