• Latest
  • Trending
  • All
Mehendi hingga Tortor: Perpaduan Adat India dan Batak di Pesta Pernikahan

Mehendi hingga Tortor: Perpaduan Adat India dan Batak di Pesta Pernikahan

4 September 2025
Satreskrim Polres Tanjung Balai Ringkus 3 Sindikat Curanmor & Pemilik Sabu

Satreskrim Polres Tanjung Balai Ringkus 3 Sindikat Curanmor & Pemilik Sabu

29 April 2026
Dua Anggota Geng Motor di Belawan Ditangkap Bawa Sajam 

Dua Anggota Geng Motor di Belawan Ditangkap Bawa Sajam 

29 April 2026
Rayakan Hari Kartini, The Reiz Suites Gelar Make Up Class Eksklusif Bersama Make Over

Rayakan Hari Kartini, The Reiz Suites Gelar Make Up Class Eksklusif Bersama Make Over

29 April 2026
Pengungkapan Sehari, Polda Sumut Amankan 72 Kg Sabu dan 151 Kg Ganja dari 5 Tersangka

Pengungkapan Sehari, Polda Sumut Amankan 72 Kg Sabu dan 151 Kg Ganja dari 5 Tersangka

29 April 2026
Respon Cepat Polres Karo, Barak Narkoba dan Judi di Perladangan Sukatendel Dibongkar

Respon Cepat Polres Karo, Barak Narkoba dan Judi di Perladangan Sukatendel Dibongkar

29 April 2026
Komisi II DPRD Langkat Dorong Penguatan Sosialisasi Program UHC

Komisi II DPRD Langkat Dorong Penguatan Sosialisasi Program UHC

29 April 2026
Mahasiswa Nekat Edarkan Ekstasi

Mahasiswa Nekat Edarkan Ekstasi

28 April 2026
Kurang dari 4 Jam, Polisi Ungkap Penganiayaan Maut di Belawan

Kurang dari 4 Jam, Polisi Ungkap Penganiayaan Maut di Belawan

28 April 2026
Polsek Medan Area Tekan Gangguan Kamtibmas

Polsek Medan Area Tekan Gangguan Kamtibmas

28 April 2026
Perumda Tirtanadi Tambah Dua Sumber Mata Air di Berastagi, Atasi Keluhan Warga

Perumda Tirtanadi Tambah Dua Sumber Mata Air di Berastagi, Atasi Keluhan Warga

28 April 2026
Sambut Tim Supervisi PKK Sumut, Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ungkap Peran Strategis  Wujudkan Kesejahteraan 

Sambut Tim Supervisi PKK Sumut, Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ungkap Peran Strategis  Wujudkan Kesejahteraan 

28 April 2026
Sat Binmas Polres Karo Gelar Operasi Kasih Sayang, Pembinaan Pelajar di Luar Jam Sekolah

Sat Binmas Polres Karo Gelar Operasi Kasih Sayang, Pembinaan Pelajar di Luar Jam Sekolah

28 April 2026
Rabu, April 29, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home NUSANTARA

Mehendi hingga Tortor: Perpaduan Adat India dan Batak di Pesta Pernikahan

Bukti Ragam Warisan Budaya Bisa Hidup Berdampingan di Indonesia

by Admin
4 September 2025
in NUSANTARA
Mehendi hingga Tortor: Perpaduan Adat India dan Batak di Pesta Pernikahan

Ilustrasi Mehndi dan Tortor Simalungun. (Ist)

FacebookWhatsappTelegram

SIMALUNGUN (HARIANSTAR.COM) – India dan Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang mendalam. kedua negara memiliki banyak kesamaan. Perdagangan antara India dan Indonesia sudah terjadi sebelum abad ke-13 mulai dari hasil pertanian berupa rempah-rempah hingga pakaian dan perhiasan.

Dari interaksi ini lahir akulturasi budaya yang masih terasa hingga kini, salah satunya pada komunitas keturunan India yang hidup berdampingan di Sumatera Utara.

Baca Juga

Komisi II DPRD Langkat Dorong Penguatan Sosialisasi Program UHC

Perumda Tirtanadi Tambah Dua Sumber Mata Air di Berastagi, Atasi Keluhan Warga

Sambut Tim Supervisi PKK Sumut, Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ungkap Peran Strategis  Wujudkan Kesejahteraan 

Salah satu yang merasakan langsung warisan tersebut adalah Depiqa Sheila Damanik, wanita kelahiran 1992 berdarah Batak–India. Putri dari almarhum Giman Damanik dan Bibi Aisyah Khan ini memilih untuk menjadikan hari pernikahannya sebagai panggung perpaduan dua identitas besar yang melekat dalam dirinya.

Ibu dan adik Depiqa saat mengenakan pakaian khas India.

Sheila sapaan akrabnya mengisahkan kembali suasana penuh warna dan kehangatan budaya  dalam pesta pernikahannya.

Meski bersanding dengan pria keturunan Jawa, Sheila tidak meninggalkan akar budaya keluarganya. Ia justru menjadikan momen sakral pernikahannya sebagai ruang pertemuan antara adat Batak yang agung dengan tradisi India yang sarat makna.

Pesta pernikahan yang digelar meriah itu menghadirkan rangkaian prosesi adat Batak seperti menortor, disusul beragam tradisi khas India. Di antaranya, Mehndi atau menghias tangan dan kaki pengantin perempuan dengan lukisan indah menggunakan pasta daun pacar.

“Mehndi ini di kampung saya dikenal hena, hampir semua pengantin perempuan di sini berhena, tapi uniknya kalau kami malam berhena ini lebih khusus. Jadi seluruh keluarga perempuan ikut serta dalam prosesi, bahkan ada juga malam luluran pakai kunyit atau dibilang haldi, tapi waktu itu saya gak pakai karena waktu,”  ujar Sheila.

Kemeriahan tidak berhenti di situ. Ada pula permainan tradisi India seperti mencari koin dalam ember berisi air, sebuah simbol untuk keberuntungan pasangan baru.

“Walau nggak semua tradisi bisa dilakukan, karena sudah banyak yang hilang, tapi setidaknya saya ingin ada sentuhan kecil yang mengingatkan pada darah India di keluarga kami,” tambahnya.

Sheila juga tampil menawan dalam balutan lehenga, busana khas pengantin perempuan India yang gemerlap. Sementara sang suami mengenakan sherwani. Namun, ketika prosesi adat Batak dimulai, keduanya berganti dengan busana Simalungun lengkap dengan ulos. Perpaduan pakaian ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan.

“Banyak yang terkesan karena jarang ada pesta pernikahan yang pakai baju India di sini. Mama dan adik juga ikut memakai. Jadi suasananya makin berwarna. Hiburan pun kami buat seimbang, ada musik Batak dengan gondang, tapi juga ada lagu India biar suasananya lebih berkesan,” ujar Sheila.

Pernikahan itu tak hanya menjadi pesta keluarga, melainkan juga perayaan identitas dan kebhinekaan. Tradisi India dan Batak yang menyatu dalam satu peristiwa sakral menunjukkan bahwa warisan budaya bisa hidup berdampingan di Indonesia dengan indah.

“Buat saya, ini cara sederhana untuk menjaga agar anak-anak nanti tetap tahu kalau mereka punya darah India sekaligus Batak. Tradisi ini jangan sampai hilang,” tutup Sheila. (RED)

Post Views: 181
Tags: BatakBudayaIndiaIndonesiaMehndiSimalungun
ShareSendShare
Admin

Admin

Baca Juga

Komisi II DPRD Langkat Dorong Penguatan Sosialisasi Program UHC
NUSANTARA

Komisi II DPRD Langkat Dorong Penguatan Sosialisasi Program UHC

29 April 2026
Perumda Tirtanadi Tambah Dua Sumber Mata Air di Berastagi, Atasi Keluhan Warga
NUSANTARA

Perumda Tirtanadi Tambah Dua Sumber Mata Air di Berastagi, Atasi Keluhan Warga

28 April 2026
Sambut Tim Supervisi PKK Sumut, Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ungkap Peran Strategis  Wujudkan Kesejahteraan 
NUSANTARA

Sambut Tim Supervisi PKK Sumut, Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ungkap Peran Strategis  Wujudkan Kesejahteraan 

28 April 2026
Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Tiorita Tegaskan Sinergi Pusat dan Daerah
NUSANTARA

Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Tiorita Tegaskan Sinergi Pusat dan Daerah

28 April 2026
Dari Pembalak Menjadi Penggerak, Jalan Panjang Kasto di Pesisir Langkat
NUSANTARA

Dari Pembalak Menjadi Penggerak, Jalan Panjang Kasto di Pesisir Langkat

28 April 2026
Pemerintah Kabupaten Karo Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026
NUSANTARA

Pemerintah Kabupaten Karo Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026

28 April 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In