MEDAN (HARIANSTAR.COM) – 301 pebulutangkis dari 19 negara akan bersaing pada BWF World Tour Super 100 di GOR Pancing, Deli Serdang Sumatera Utara mulai 5-10 September.
Pekan lalu juga digelar Indonesia International Challenge.
“Ajang BNI Indonesia Masters 2023 bakal menghadirkan persaingan yang lebih sengit dibanding turnamen Indonesia International Challenge pekan lalu. Ini bukan hanya karena level turnamennya lebih meningkat, tetapi juga karena para juara turnamen pekan lalu, siap bertarung kembali untuk menjadi yang terbaik. Juga ada pemain baru yang menambah gengsi kejuaraan,” kata Ketua Panitia Pelaksana BNI Indonesia Masters 2023 Armand Darmadji kepada wartawan di Medan, Senin (4/9/2023).
Turnamen terasa makin berkelas karena hadiahnya juga meningkat menjadi 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,5 miliar. Selain itu juga menyediakan poin ranking BWF yang lebih besar. Sang juara mendapat 5.500 poin, runner up 4.680 poin, dan semifinalis 3.850 poin.
“Pemain yang datang juga lebih berkualitas. Salah satunya Nozomi Okuhara, pemain asal Jepang yang saat ini menduduki rangking 28 BWF. Dia juga pernah jadi Juara Dunia 2017 di Glasgow dan juara All England 2016 dan 2021, serta memenangi Dubai World Super Series Finals 2015,” ujar Armand.
301 pemain dari 19 negara yang menjadi peserta yaitu Australia, Bulgaria, Kanada, Inggris, Finlandia, Prancis, Jerman, Hong Kong, India, Jepang, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, dan tuan rumah Indonesia.
Dijelaskan oleh Armand, animo masyarakat untuk datang ke GOR di kawasan Jalan Willem Iskandar itu cukup besar.
“Terima kasih kepada penonton yang hadir mendukung pemain dan Pengprov PBSI Sumatera Utara atas kolaborasi dengan PP PBSI untuk menggelar turnamen ini. Semoga turnamen ini bisa menjadi inspirasi untuk melahirkan atlet-atlet berbakat dari Sumatera Utara yang kelak dapat membela Indonesia di ajang internasional. Apalagi Sumatera Utara juga ditunjuk PP PBSI untuk memutar roda regenerasi lewat program Pelatihan Wilayah (Pelatwil) bagian Barat,” ungkap Armand.
Lanjutnya, bagi pemain pratama dan junior Pelatnas PBSI di Cipayung, ini kesempatan bagi mereka untuk mengasah kemampuan, mengukur kekuatan, dan mendapatkan pengalaman di turnamen internasional. Sementara bagi pemain-pemain senior, mereka pun akan tampil maksimal sebagai perwujudan eksistensi.
Tuan rumah Indonesia akan kembali menerjunkan kekuatan terbaik. Sebanyak 57 atlet Pelatnas Cipayung siap berlaga. Di antaranya adalah, Alwi Farhan, Ester Nurumi Tri Wardoyo, Komang Ayu Cahya Dewi, Jesita Putri Miantoro/Febi Setianingrum, Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari, Meylisa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose, Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela, Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow, hingga Marwan Faza/Jessica Maya Rismawardani, Zaidan Arrafi Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Selain itu juga ada 11 pemain non Pelatnas. Sehingga total ada 68 pemain Indonesia yang turun di ajang ini.
“Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada BNI sebagai sponsor utama dan para sponsor pendukung, Yonex-Sunrise, MNC Media, Kapal Api Group, Le Minerale, dan Indofood,” ucap Armand.
Ketua Pengprov PBSI Sumut Suripno Ngadimin mengucapkan selamat bagi atlet Indonesia yang merebut 4 dari 5 nomor pada even Xplora Indonesia Internasional Challange.
Ia berharap para atlet Indonesia bisa tampil lebih baik di ajang Indonesia Masters 2023 sehingga mampu merebut gelar.
Ia juga mengajak pecinta bulutangkis di Sumut untuk tidak melewatkan even ini. Apalagi even nasional jarang sekali hadir di luar pulau Jawa.
Sementara Alwi Farhan atlet Pelatnas yang baru menjuarai Indonesia Internasional Challange berharap bisa tampil baik di ajang ini. Hanya saja ia realistis dengan kemampuannya karena banyak pebulutangkis yang peringkat dan pengalamannya lebih baik. “Banyak yang di atas saya jadi main nothing too lose aja tanpa beban,” ujarnya.
Begitu juga Ester Nurumi Tri Wardoyo, pebulutangkis putri bicara realistis karena ia harus menghadapi unggulan kedua pada laga awal.
“Saya harus lebih percaya diri lagi karena Indonesian Masters jauh lebih berat,” katanya. (GS)



























