PALAS (HARIANSTAR.COM) – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Padang Lawas (Disnaker Palas) menghadiri sekaligus menutup kegiatan pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Ponpes, Ruhul Islam, Desa Sialambue, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, Selasa. (5/9/2023).
Adapun pelatihan tersebut, meliputi keterampilan menjahit pembuatan pakaian, desaigner.
Kepala Disnaker Palas diwakili Kepada Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Muhammad Idrisman Mendefa, mengungkapkan, BLK Komunitas Ponpes Ruhul Islam telah melaksanakan pelatihan ini selama 22 hari, dan berakhir pada hari ini.
”Semoga bisa bermanfaat untuk para santri di kalangan pesantren,” ungkapnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada peserta yang sudah selesai mengikuti pelatihan BLK Komunitas Ponpes ini dan berpesan untuk tidak langsung berpuas diri.
“Baru tahapan awal setelah menjadi peserta harus mengikuti pelatihan dasar dengan sungguh-sungguh,” pesan Idrisman.
Menurutnya, pelatihan BLK komunitas Ponpes ini berbeda dengan kursus maupun pendidikan formal seperti biasanya. Kalau pelatihan itu tujuanya agar peserta setelah mengikuti pelatihan menjadi lebih trampil dan memiliki keahlian yang mumpuni sesuai kebutuhan pasar.
“Dengan demikian diharapkan yang bersangkutan akan lebih mudah nantinya mendapatkan pekerjaan. Baik jadi karyawan di perusahaan atau membuka usaha baru (wirausaha),” imbuhnya.
Ditambahkan Idrisman, BLK komunitas Ponpes ini fokus pelatihan berbasis kompetensi kejuruan menjahit/pembuatan pakaian. Ini juga dimaksud untuk memberikan pemahanan, ketrampilan kepada para peserta.
“Terwujudnya kualitas sumber daya manusia yang terampil kompeten dan produktif serta dapat berkompetisi di bidang pembuatan pakaian dalam pendidikan, perusahaan maupun dunia wirausaha,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan BLK Komunitas Ponpes Ruhul Islam, Misbah Fuadi Hasibuan menjelaskan, pelatihan pembuatan pakaian ini diikuti para santri pondok.
Hal ini tepat, sebab, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi dan kualitas keilmuan para santri.
”Jadi tidak hanya menguasai di bidang ilmu agama saja, tapi juga dibidang lain. Nah, desain grafis pembuatan pakaian itukan membutuhkan praktik. Maka peralatanya kita sediakan, termasuk mesin jahit, maupun bahan lainnya, penunjang peserta dalam mengikuti pelatihan. Semoga peserta bisa meningkatkan skillnya dan dapat bermanfaat kelak ketika sudah tidak di pesantren,” pungkasnya.
Terlihat hadir dalam kegiatan penutupan pelatihan tersebut, Kapolsek Barumun AKP Miftahuddin, Kakan Kemenag Palas H. Abdul Manan, MA, bersama jajarannya, serta para pelatih juga peserta. (HS-1)
Kepada Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Palas, Muhammad Idrisman Mendefa, saat menyampaikan sambutannya pada acara tersebut. (Foto : hs1).



























