SAMOSIR (HARIANSTAR.COM) – Seorang siswi SMA berinisial NNS (16) mengaku diperkosa sejak masih duduk di bangku SMP oleh 3 orang diduga pelaku sejak tahun 2022 hingga 2023 di Kecamatan Pangururan, Samosir.
Menurut NNS (korban) yang mengaku diperkosa di bawah ancaman ini terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada salah seorang guru kelasnya, Selasa (12/9/ 2023).
NNS menyampaikan keterangannya saat berbincang dengan Wartawan menuturkan, bahwa pemaksaan untuk berhubungan badan berawal usai berkenalan dengan seorang pelaku berinisial RS di depan rumah korban tinggal sembari bertukar nomor handphone.
Hal tersebut membuat pertemanan pun berlanjut sehingga suatu ketika RS mengajak korban jalan-jalan ke Kota Pangururan. Namun bukannya mengajak korban jalan-jalan malah mengajak ke suatu tempat yang memaksa untuk berhubungan badan.
“Saya menolak untuk berhubungan badan, tapi RS memaksa dan melakukan cengkraman keras tangan beserta tubuh saya sampai lemas dan diperkosanya dengan buas,” ucapnya.
NNS juga menceritakan, bahwa perlakuan RS tidak sampai disitu, pelaku juga kembali menghubungi korban dan kembali mengaku hanya ingin mengajak korban berjalan jalan ke Pangururan, tapi dia kembali mengajak dan memaksa untuk berhubungan badan lagi.
Lebih lanjut dia menceritakan, bahwa pelaku kembali memperkosanya di sebuah Sekolah Dasar (SD) dekat rumah pelaku sekitar pukul 21.00 WIB dan setelah itu Korban NNS marah sekaligus minta putus yang juga saling blokir nomor handphone dan WhatsApp.
Merasa tidak terima diputuskan, laki-laki remaja berinisial RS itu memberikan nomor handphone dan WhatsApp korban kepada seorang laki-laki berinisial JS (18) yang juga menyuruh menghubungi NNS sekitar April 2023, saya dihubungi JS dan mengaku nomor saya dapat dari RS dan mengajak bertemu.
“Setelah bertemu dengan laki-laki berinisial JS juga memaksa korban untuk berhubungan seks sambil mengancam bila menolak akan menyebarkan video seks korban dengan RS kepada orang-orang dan keluarga korban.
Merasa ketakutan, sambil menangis korban mengatakan, ia dibawa ancaman, korban pun mau diajak ke gubuk dekat danau dan diperkosa disaksikan teman-teman JS yang hanya diam sambil menonton dan tidak mau menolong.
Beberapa bulan kemudian, JS memberikan nomor telepon korban kepada abang kandungnya dan menghubungi korban dengan modus mengancam akan menyebarkan video seks korban dengan RS, abangnya JS memerkosa korban kembali.
“Abangnya JS mengajak aku ke sebuah gang kecil dekat sebuah kampung dekat kuburan dan memaksa saya melakukan hubungan seks,” ungkap NNS didampingi sejumlah Guru-gurunya sembari mengatakan telah melaporkan pemerkosaan dengan pengancaman ke Polres Samosir.
Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman melalui Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Natar Sibarani, membenarkan telah menerima laporan dari seorang anak dibawah umur yang mengaku di perkosa.
“Laporan seorang anak dibawah umur yang mengaku diperkosa telah diterima dua hari yang lalu dan saat ini masih dilakukan penyelidikan,” jelas Natar Sibarani. (JB Rumapea)



























