MADINA (HARIANSTAR.COM) – Molornya kegiatan penyelenggaraan screening pengobatan mata katarak oleh PT Agin Court Tambang Mas Martabe Batangtoru yang diikuti puluhan warga masyarakat di kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal (Madina), baru – baru ini di aula kantor kecamatan ternyata hanya akibat salah komunikasi.
Kegiatan bakti sosial ( baksos) yang direncakan dimulai pukul 12.00 WIB akhirnya molor hingga pukul 14.00 WIB.
Namun ternyata setelah ditelusuri, terjadi salah komunikasi (mis komunikasi) antara pihak kecamatan dengan desa saat penyampaian ke masyarakat.
“Iya kami juga tiba – tiba secara mendadak mendapat informasi dari pihak kecamatan akan ada pengobatan gratis, karena waktunya sudah mepet saya umumkan saja melalui corong masjid,” ungkap seorang perangkat desa yang tidak berkenan namanya diungkapkan.
Iya juga meyakini, tidak ada maksud dari pihak perusahaan untuk membuat kegiatan itu molor, tetapi mungkin karena banyak kegiatan dan berburu dengan waktu karena kegiatan serupa pada hari yang sama ada juga di kecamatan Panyabungan Barat.
“Dari pengumuman yang kami di dengar dari toa masjid, acara pengobatan gratis ini mulai pukul 12.00, namun jam 2.00 baru mulai, ternyata salah penyampaian,” ungkap ibu – ibu yang saat itu hadir, seraya mengucapkan bahwa mereka maklum dan justru sangat berterimakasih adanya kegiatan tersebut.
Sementara itu Kasi Pemerintahan Kecamatan Hutabragot, Parwati Daulay yang mengaku menerima informasi terkait adanya pengobatan gratis itu juga mengaku ada mis komunikasi dengan penyelenggara.
“Bukan hanya soal waktu, tadinya saya kira penyelenggara itu adalah PT. Sorik Mas Minning, nyatanya Tambang Mas Martabe,” ucapnya.
Ia menilai ini hanya persoalan biasa saja, yang jelas warga sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
Ketika dikonfirmasi ke Marketing PT. Agin Courth Tambang Mas Martabe Batangtoru, Kamal Siregar mengaku mobil yang dikendarainya hendak menuju Hutabargot menyenggol pengendara beca bermotor.
“Iya kami tadi ada kendala, mobil kami nyenggol beca,” akunya sembari menambahkan adanya penambahan waktu saat di Panyabungan Barat akibat antusias masyarakat yang sangat tinggi, sehingga acara di Hutabargot terjadi keterlambatan. (Sir)


























