Nek Ruliani ketika menunjukkan rumahnya yang ambruk rata dengan tanah, dan menunjuk bekas Kandang Kambing sebagai tempat sementara. (Foto : biets)
SERGAI (HARIANSTAR.COM) – Nek Ruliani (61) warga Dusun V Desa Pema tang Pemindahan kecamatan Sei Rampah, Sergai, saat ini terpaksa dirinya dan keluarganya tidur di bekas Kandang Kambing, akibat belum mempunyai uang untuk memperbaiki rumahnya yang diterjang angin kencang baru-baru ini.
Hal ini diungkapkan Nek Ruliani saat mengikuti pemberian bantuan sembako, yang dilakukan oleh Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Andita Sitepu dan Kanit Regident, Ipda Zulfan Ahmadi kepada beberapa orang korban yang rumahnya terparah di Dusun tersebut, Jum”at (1/9/2023).
Saat ditanya, Nek Ruliani mengatakan kalau dirinya sudah lebih 30 tahun menetap di Dusun ini. Tapi baru kali inilah angin puting beliung yang begitu keras, ternyata mampu merubuhkan rumahnya yang semula permanen itu, hingga rata dengan tanah.
“Disebelah rumah kami memang ada kandang Kambing yang lantainya cukup tinggi, dan sudah beberapa lama tidak dihuni Kambing, karena ternaknya habis terjual untuk keperluan dapur dan anaknya. Bencana memang tak bisa di pastikan datangnya, dan tak bisa dihindari. Begitu hujan deras disertai angin kencang berputar datang, Tiba-tiba hanya terdengar suara berderak lalu rumah mereka roboh menyatu dengan tanah. Untungnya, dirinya dan keluarganya saat itu lagi diluar rumah, hanya benda-brnda dalam rumahlah yang tertimpa dan basah akibat air hujan deras,” jelas Nek Ruliani sesenggukan menahan tangis.
Setelah itu, lanjut Nek Ruliani dirinya bermufakat dengan anak-anaknya, kalau menumpang dirumah keluarga, cukup jauh dan merepotkan.
“Untuk menjaga sisa-sisa barang yang masih bisa dipergunakan, sembari menunggu adanya uang untuk mendirikan rumah, akhirnya kandang yang tak terpakai itu disulap menjadi kamar tidur”, tuturnya.
Nek Ruliani juga mengatakan, kalau bukan dirinya saja yang tertimpa musi bah angin kencang, tapi masih banyak puluhan rumah lagi yang terdampak.
“Kamipun mengerti, kalau pemerintah manalah mungkin bisa membantu sebesar itu (membuat rumah-red), ya berapa diberikan bantuan kami terima. Makanya, begitu Bapak-bapak Polisi ini datang dan memberikan bantuan sembako, kami sangat mengucapkan syukur dan berterima kasih,” ucap Nek Ruliani.
Hal senada juga dikatakan oleh Nek Sabariah (60) yang rumahnya tak jauh dari Nek Ruliani.
“Selama tinggal disini selama puluhan tahun, sudah dia kali rumah kami rata disapu angin beliung. Makanya tadi hujan deras disertai angin kencang, kami berlarian keluar rumah takut rumah keluarga dimana kami menumpang, ikut ambruk lagi. Inilah yang kami rasakan, cerita korban musibah angin kencang, tak tau kapan bisa mendirikan rumah lagi,” kata Nek Sabariah menangis sedih.
Menurut Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Andita Sitepu usai penyerahan mengatakan, bantuan yang kita berikan kali ini hanya untuk 5 KK, dalam rangka menyambut HUT Lantas ke-68. Semoga yang kita berikan ini, setidaknya mampu meringankan beban yang mereka pikul.
Adapun kelima korban tersebut yakni, Nek Ruliani (61) Nek Sabariah (60), Nek Misni Umar (73), Nur Ainun (53) dan Dek Maria (47) kelimanya warga Dusun V Desa Pematang Pelintahan. (biets)



























