Dinding tembok yang baru dibuat runtuh sepanjang puluhan meter, menimpa dapur rumah warga. (Foto : biets)
SERGAI (HARIANSTAR.COM) – Hujan deras yang mengguyur kawasan Sei Rampah dua hari ini berdampak diliburkannya siswa SMK Al Wahliyah 12 Sei Rampah. Hal ini karena air menggenangi halaman hingga ke ruangan belajar dan tergenangnya halaman kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (24/8/2023).
Akibat tergenangnya air, dinding tembok bangunan yang tanahnya baru ditimbun, dan terletak disisi SMK Al Wahliyah 12 dan disamping kantor Disdik Sergai, KUA Kecamatan Sei Rampah, sekolah PAUD Idaman dan kantor Polsek Firdaus, runtuh disebabkan tanahnya longsor. Reruntuhan tembok juga menghantam bagian dapur milik Nazarudham Hasibuan dan Niar warga Dusun I, Desa Sei Rampah.
Batu reruntuhan selain menimpa dapur, juga menimbun Sepeda motor Honda Revo, BK 5860 XS milik Bulian Hasibuan dengan kondisi remuk akibat tertimbun Batu.
Niar (35) istri pemilik rumah pedagang makanan di kantin Polsek Firdaus, ketika di konfirmasi awak media dirumahnya, Kamis (24/8/2023) mengatakan,saat kejadian waktu itu hujan deras dan angin kencang sekira pukul 19.00 WIB usai shalat magrib. Tiba-tiba terdengar suara dari dapur “brukk”, bangunan tembok itu roboh menimpa dapurnya padahal tembok baru saja selesai dibangun.
Selain itu, sebut Niar, didalam dapur juga ada bahan sembako karena kami jualan sarapan pagi, dan alat dapur juga tertimpa tembok tersebut.
“Kami berharap pihak pengusaha atau pemilik bangunan harus bertanggung jawab, dan mengganti rugi kerusakan semuanya,” harapnya.
Sedangkan Kepala Desa Sei Rampah Cipto yang akrab disapa Cicik menyebut, kalau pembangunan yang disinyalir bakal dijadikan lokasi perusahaan itu, hanya memberitahukan secara lisan kepada Pemerintah Desa Sei Rampah.
“Pihak mereka hanya memberitahukan secara lisan ke saya, dan hari ini akan dimediasikan antara pihak perusahaan dengan warga dan pihak perkantoran yang terdampak,” ucapnya.
Cicik juga menjelaskan, selama ini disamping bangunan itu ada parit pembuangan air yang mengarah kebelakang atau rel Kereta Api, menembus parit perkebunan untuk mengarah ke parit besar.
“Tetapi karena lokasi itu ditimbun setinggi hampir dua meter, ditambah parit itu tertimbun reruntuhan batu-batu tembok maka arus air merambah dan menggenangi sekolah SMK Al Wahliyah dan kantor Dinas Pendidikan Nasional Sergai”, jelasnya.
Kapolsek Firdaus AKP Idham Khalik melalui Kanit Reskrim Iptu Maruli Sihombing membenarkan adanya laporan akibat tembok tumbang menimpah rumah warga dan sudah di mediasi.
“Kita sudah melakukan mediasi, antara pemilik bangunan Alex (57) warga Medan, korban dan para tokoh masyarakat serta lainnya. Alex selalu pemilik bangunan dalam mediasi itu, bertanggung jawab penuh dan akan mengganti kerugian kepada korban yang terdampak secepatnya. Sekaligus, akan membuat parit pembuangan agar lokasi sekitar bangunannya, tidak kebanjiran lagi”, jelas Iptu Maruli Sihombing.
Seorang rekan wartawan yang meliput kejadian ini dilokasi menyebutkan, inilah dampaknya kalau oknum pengusaha ini sebelumnya tidak mau bermusyawarah dengan pihak desa, apalagi mengurus IMB mungkin sesudah kejadian baru diurus.
“Dan inilah kalau oknum pemilik ini anggar beking, semua bisa diatur dan kalau begini caranya, bagaimana Sergai ini bisa teratur dan bagus,” ketusnya. (biets)



























