LANGKAT (HARIANSTAR.COM) – Adanya dugaan biaya iuran uang sekolah perbulan terlalu besar di sekolah SMK YPT Pangkalan Brandan menyebabkan siswa/i di sekolah tersebut menjerit.
Meski pihak sekolah diduga menerima anggaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari kementerian pendidikan. Namun pihak sekolah tetap saja mengutip uang iuran sekolah yang dinilai terlalu besar, Rabu (9/9/2026).
Sementara pihak sekolah SMK YPT Pangkalan Berandan melalui Kepala Sekolah saat di wawancara wartawan beberapa Minggu lalu di sekolah SMK YPT Pangkalan Brandan Syafrizal St membenarkan jika pengutipan uang sekolah perbulan dari kelas X sebesar Rp200,000. Siswa/i kelas XI dan XII sebesar Rp180,000.
Menurut sumber dari wali murid sekolah SMK YPT Pangkalan Berandan kepada wartawan mengatakan, ia harus membayar uang iuran sekolah untuk anaknya terlalu tinggi perbulannya. Ia tetap berusaha untuk membayarnya meski terkadang pembayarannya perbulan terkadang menunggak.
“Saya ingin anak saya berhasil, tapi uang sekolah di SMK YPT itu terlalu tinggi, mau tak mau harus saya usahakan untuk membayar iuran sekolah. Meski terkadang untuk membayarnya pinjam kepada tetangga maupun kepada pihak rentenir. Ini semua agar anak saya tetap tamat dari sekolah itu,” ungkap seorang ibu paruh baya ini yang tak ingin disebutkan namanya.
Bukan hanya itu saja, bahkan beberapa murid kelas di SMK YPT Pangkalan Brandan juga menjelaskan jika pembayaran iuran uang sekolah perbulan mereka terlalu menjulang tinggi
“Di sini om, emang uang sekolahnya terlalu mahal, anak sekolah kelas 10 sebesar Rp200,000 dan kelas 11 dan 12 sebesar Rp180,000, uang sekolah nya mahal kali om. Itu harus kami bayar tiap bulannya, meski orang tua kami harus mengusahakan untuk membayarnya,” cetusnya.
Syafrizal juga menjelaskan kepada wartawan jika iuran uang sekolah harus di pungut mereka, meski sekolah SMA Negeri lainnya sudah tidak memungut iuran uang sekolah.
“Kalau SMA Negeri guru-gurunya sudah PNS masih aman mereka bang, sementara guru -guru di sini (SMK YPT -red) harus di bayar dari pihak yayasan dan jika uang sekolah di sini dari kelas 10, 11 dan 12 terlalu mahal, ungutan itu sudah di tentukan oleh pihak yayasan,” katanya. (Lkt-O2).




















