MEDAN (HARIANSTAR.COM)- Menjaga kesehatan jantung tak hanya dilakukan dengan memperbanyak sayuran, serat, dan lemak sehat.
Namun ada beberapa makanan yang perlu dibatasi karena tinggi natrium, lemak jenuh, karbohidrat olahan, atau gula tambahan.
Jika terlalu sering dikonsumsi, makanan tersebut dapat meningkatkan sejumlah faktor risiko penyakit jantung.
Meski demikian, bukan berarti semuanya harus dihindari sepenuhnya.
Para ahli menekankan pentingnya memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsinya.
Dari daging olahan hingga mie instan yang akrab dengan masyarakat Indonesia, makanan ini sebaiknya tak dikonsumsi berlebihan.
Dilansir dari Eating Well (08/09/2026), berikut lima makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.
1. Daging Olahan
Bacon, sosis, nugget, hot dog, dan daging olahan lainnya termasuk makanan yang sebaiknya dibatasi. Ahli gizi Serena Pratt mengatakan makanan tersebut umumnya tinggi natrium dan lemak jenuh yang dapat memengaruhi kesehatan jantung jika sering dikonsumsi.
Asupan natrium berlebihan berkaitan dengan tekanan darah tinggi, sedangkan terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.
Penelitian juga mengaitkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
2. Minuman Manis
Minuman bersoda, teh manis, kopi dengan tambahan pemanis, hingga minuman energi dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
American Heart Association merekomendasikan gula tambahan tidak lebih dari 6% total kalori harian, sekitar 25 gram untuk wanita dan 36 gram untuk pria. Sebagai gambaran, sekaleng cola berukuran 12 ons mengandung sekitar 37 gram gula.
Dr. Catherine Nguyen-Ward menjelaskan konsumsi minuman manis berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah, resistensi insulin, hingga penumpukan lemak visceral yang dapat mendorong terjadinya peradangan pada tubuh.
3. Burger Fast Food
Meski rasanya enak, tapi burger dari restoran cepat saji biasanya memadukan lemak jenuh, natrium, dan karbohidrat olahan dalam satu sajian.
Patty daging sapi dan keju dapat mengandung lemak jenuh tinggi, sedangkan roti menggunakan karbohidrat olahan. Saus serta topping juga dapat menambah asupan natrium.
Burger restoran cepat saji umumnya tinggi kalori sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan penumpukan lemak visceral yang bisa mempengaruhi kesehatan jantung.
4. Pastry
Donat, kue kemasan, sweet roll, dan aneka pastry memang menggoda, tetapi sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi. Makanan ini umumnya dibuat menggunakan tepung olahan sehingga tinggi karbohidrat sederhana dan rendah serat.
Menurut Pratt, makanan rendah serat kurang mendukung kadar kolesterol sehat dan kestabilan gula darah. Banyak pastry juga mengandung lemak jenuh untuk menghasilkan tekstur lembut atau renyah berlapis.
Jika dikonsumsi berlebihan, kombinasi karbohidrat olahan, gula tambahan, dan lemak jenuh tersebut dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang.
5. Mie Instan
Sebagai salah satu makanan yang paling banyak dikonsumsi di dunia, mie instan memang tidak terlalu sehat jika dikonsumsi berlebiham.
Menu yang satu ini juga sangat populer di Indonesia, bahkan sudah menjadi makanan sehari-hari banyak orang. Namun di balik rasanya yang enak dan harganya yang murah, kandungan natriumnya perlu diperhatikan.
Satu bungkus mie instan dapat mengandung hingga 1.860 miligram natrium atau sekitar 80% dari batas harian 2.300 miligram. Konsumsi natrium berlebihan berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang menjadi faktor risiko penyakit jantung dan stroke.
Nguyen-Ward juga menjelaskan mie instan menggunakan karbohidrat olahan dan biasanya digoreng dalam proses produksinya hingga kering.
Tapi kalau sesekali ngidam makan mie instan, sebenarnya tidak apa-apa. Agar lebih sehat, cukup gunakan sebagian bumbu serta tambahkan sayuran dan sumber protein seperti telur atau ayam. (*)




















