Kemenangan Spanyol di Nations League mengikuti kemenangan mereka di Piala Dunia 2010 dan tiga gelar Kejuaraan Eropa. (Foto : BBC)JAKARTA (HARIANSTAR.COM) – Spanyol sukses mengalahkan Kroasia di laga final UEFA Nations League 2022/2023 di De Kuip Stadium, Rotterdam, Belanda, Senin (19/6/2023) dini hari WIB.
Pertandingan ini berlangsung cukup intens dan seru. Banyak peluang yang diciptakan Kroasia dan Spanyol. Namun tak ada gol yang tercipta di waktu normal. Di babak extra time, keduanya juga sama-sama tetap tak bisa menjebol gawang lawan. Pemenang pun harus ditentukan via adu penalti. Di sini Spanyol bisa unggul 5-4 atas Kroasia.
Di awal pertandingan, Kroasia berusaha mengontrol jalannya pertandingan. Mereka mendominas penguasaan bola.
Namun peluang justru didapat Spanyol lebih dahulu. Livakovic gagal menangkap bola crossing Ruiz dari sayap kiri dengan sempurna dan bola terlepas dari tangannya. Di dekatnya ada Alvaro Morata yang coba untuk menendang bola liar itu. Namun untngnya Morata terjebak offside.
Dua menit kemudian Spanyol mendapat peluang lag. Gavi merebut bola dari Brozovic dan melepas tembakan keras mendatar dari luar kotak penalt. Livakovic sudah gagal merespon tembakan tersebut. Untungnya bagi Kroasia, bola melebar ke sisi kanan gawang.
Menit ke-23 peluang didapat Kramaric. Ia menembus pertahanan Spanyol dan menyambut umpan jauh dari Erlic. Sayangnya di kotak penalti ia kurang cepat mengeksekusi pelang itu hingga akhirnya Laporte dengan sigap bisa membuang bola di saat-saat krusial.
Menit ke-31 peluang didapat oleh Kroasia. Modric melepas tendangan bebas dari sisi kanan lapangan ke tiang jauh. Di sana sudah ada Perisic yang melompat lebih tinggi dari Navas. Ia menanduk bola dan mengarahkannya ke sisi kanan bawah gawang. Namun Unai Simon masih bisa mengamankan peluang itu.
Menit ke-39 peluang kembali didapat Kroasia dari Perisic. Ia mendapat umpan silang dari kanan dari Modric. Ia menyundul bola tersebut mendahului Navas. Bola mengarah ke sisi kiri gawang tapi masih bisa diamankan dengan mudah oleh Simon.
Pada akhirnya tak ada gol tercipta sampai turun minum. Kroasia 0-0 Spanyol.
Babak Pertama
Di awal pertandingan, Kroasia berusaha mengontrol jalannya pertandingan. Mereka mendominasi penguasaan bola.
Namun peluang justru didapat Spanyol lebih dahulu. Livakovic gagal menangkap bola crossing Ruiz dari sayap kiri dengan sempurna dan bola terlepas dari tangannya. Di dekatnya ada Alvaro Morata yang coba untuk menendang bola liar itu. Namun untngnya Morata terjebak offside.
Dua menit kemudian Spanyol mendapat peluang lag. Gavi merebut bola dari Brozovic dan melepas tembakan keras mendatar dari luar kotak penalt. Livakovic sudah gagal merespon tembakan tersebut. Untungnya bagi Kroasia, bola melebar ke sisi kanan gawang.
Menit ke-23 peluang didapat Kramaric. Ia menembus pertahanan Spanyol dan menyambut umpan jauh dari Erlic. Sayangnya di kotak penalti ia kurang cepat mengeksekusi pelang itu hingga akhirnya Laporte dengan sigap bisa membuang bola di saat-saat krusial.
Menit ke-31 peluang didapat oleh Kroasia. Modric melepas tendangan bebas dari sisi kanan lapangan ke tiang jauh. Di sana sudah ada Perisic yang melompat lebih tinggi dari Navas. Ia menanduk bola dan mengarahkannya ke sisi kanan bawah gawang. Namun Unai Simon masih bisa mengamankan peluang itu.
Menit ke-39 peluang kembali didapat Kroasia dari Perisic. Ia mendapat umpan silang dari kanan dari Modric. Ia menyundul bola tersebut mendahului Navas. Bola mengarah ke sisi kiri gawang tapi masih bisa diamankan dengan mudah oleh Simon.
Pada akhirnya tak ada gol tercipta sampai turun minum. Kroasia 0-0 Spanyol.
Di babak pertama extra time, kedua tim sama-sama saling adu serangan. Namun laga berlangsung alot. Mereka kembali kesulitan menciptakan peluang.
Menit ke-100 Kroasia akhirnya bisa mengancam dari aksi Majer, yang bisa masuk kotak penalti usai mendapat umpan terobosan dari Kovacic. Namun saat ia akan menendang bola, Nacho melakukan tekel yang membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
Menit 104 Spanyol mengancam melalui tembakan Asensio. Bola diblok oleh Livakovic tapi bola rebound disambar oleh Olmo. Sayangnya sepakannya terlalu keras hingga bola melambung dari target.
Tak ada gol di babak pertama extra time. Laga harus dilanjutkan ke babak kedua.
Di babak ini, Kroasia dipaksa lebih sering bertahan. Spanyol menggempur pertahanan mereka dengan cukup intens. Akan tetapi pada akhirnya tetap tak ada gol tercipta sampai akhir
Babak Adu Penalti
Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Di sini, tiga eksekutor awal Spanyol dan Kroasia sama-sama bisa melakukan tigasnya dengan baik.
Namun eksekutor keempat Kroasia gagal. Tendangan penalti Lovro Majer bisa diblok oleh kaki Unai Simon.
Namun kemudian eksekutor kelima Spanyol juga mengalami kegagalan. Bola sepakan Aymeric Laporte membentur mistar gawang.
Namun kemudian eksekutor Kroasia berikutnya yakni Bruno Petkovic gagal mencetak gol. Bola sepakannya ditepis Simon.
Spanyol kemudian mencetak gol melalui Dani Carvajal. Dengan demikian mereka menang 5-4 atas Kroasia dan menjadi juara UEFA Nations League 2022/2023.
Susunan Pemain
Kroasia (4-3-3): Dominik Livakovic; Josip Juranovic, Martin Erlic, Josip Sutalo, Ivan Perisic; Luka Modric, Marcelo Brozovic, Mateo Kovacic; Mario Pasalic, Andrej Kramaric, Luka Ivanusec
Pelatih: Zlatko Dalic
Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Jesus Navas, Robin Le Normand, Aymeric Laporte, Jordi Alba; Fabian Ruiz, Rodri; Marco Asensio, Gavi, Yeremy Pino; Alvaro Morata
Pelatih: Luis de la Fuente.
Dilansir dari BBC menyebutkan, Kroasia kehilangan trofi internasional pertama mereka setelah kalah adu penalti dari Spanyol di final Nations League. Dani Carvajal dengan tenang mencetak gol kemenangan untuk menutup kemenangan 5-4 melalui tendangan penalti setelah Unai Simon menyelamatkan dari tembakan Bruno Petkovic. Ini adalah trofi internasional pertama Spanyol selama 11 tahun, sejak kemenangan mereka di Euro 2012. “Kami sangat senang, itu adalah pertandingan yang sangat sulit dan ini sangat sulit untuk dilakukan,” kata gelandang Spanyol Rodri, yang dinobatkan sebagai man of the match dan untuk siapa trofi ini mengikuti memenangkan Treble bersama Manchester City dan mencetak gol kemenangan. gol di final Liga Champions. Rodri berpikir ini bisa menjadi awal dari suksesi gelar Spanyol lainnya, dengan skuad yang menampilkan beberapa pemain muda yang menarik termasuk Gavi, Ansu Fati dan Yeremy Pino. “Generasi ini menjanjikan banyak hal. Kami sangat kuat secara mental. Ada hal-hal yang perlu diperbaiki, tetapi kemenangan selalu bagus – kami harus merayakannya,” katanya.
Kemenangan ini juga membuat Spanyol menjadi negara kedua yang menjuarai Piala Dunia, Kejuaraan Eropa, dan Liga Bangsa-Bangsa setelah Prancis, yang mengalahkan Spanyol di final Liga Bangsa-Bangsa 2021. Mereka bisa memenangkan adu penalti lebih awal setelah Simon menyelamatkan dari Lovro Majer, hanya untuk Aymeric Laporte yang membuat penalti kelima Spanyol membentur mistar gawang.
Dia mengacu pada Piala Dunia 2022, di mana Spanyol secara mengejutkan tersingkir di babak 16 besar di tangan Maroko melalui adu penalti di mana mereka gagal mencetak satu penalti pun. Carvajal menambahkan: “Kami percaya diri dengan adu penalti dan itu berjalan dengan baik, saya tahu bagaimana saya akan menembaknya, dan saya tahu saya akan berada di urutan keenam. Saya ingin melakukannya dengan gaya ‘Panenka’ dan itu berjalan dengan baik,” katanya.
Perpanjangan waktu tidak menghasilkan pemenang sehingga adu penalti menentukan hasilnya, membawa kejayaan bagi Spanyol dan keputusasaan bagi Kroasia. Masih harus dilihat apakah ini adalah kesempatan terakhir Modric untuk memberikan trofi bagi negaranya, dengan mantan pemenang Ballon d’Or berusia 37 tahun itu akan membuat pengumuman tentang masa depan internasionalnya minggu ini. Kekalahan mungkin membuatnya tetap bermain di Kejuaraan Eropa musim panas mendatang di Jerman. (BN/BBC/GS)


























