LANGKAT (HARIANSTAR.COM) – Dampak bencana alam di bulan Nopember 2025 Tahun lalu, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran triliunan rupiah untuk sektor pendidikan melalui program revitalisasi sekolah, baik untuk rehabilitasi gedung maupun pembangunan ruang kelas baru.
Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi para peserta didik.
Berdasarkan pantauan awak media pada Rabu (22/7/2026) lalu, pelaksanaan revitalisasi di SD Negeri 057227 Kebun Kelapa Kecamatan Gebang menuai sorotan. Sekolah tersebut diketahui memperoleh anggaran revitalisasi senilai Rp 606.016.080.
Dari hasil pengamatan di lapangan, muncul dugaan bahwa tinggi bangunan dari titik nol tidak mencapai sekitar tiga meter, sebagaimana yang diharapkan untuk memberikan sirkulasi udara yang baik.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat ruang kelas terasa kurang nyaman bagi siswa saat mengikuti proses belajar mengajar, terutama pada cuaca panas.
Temuan ini tentu perlu mendapat perhatian serius. Mengingat anggaran yang digunakan berasal dari uang negara, setiap pekerjaan pembangunan maupun rehabilitasi sekolah wajib dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis, gambar kerja, dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, aparat yang berwenang, termasuk pihak terkait seperti Polda Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, serta instansi pengawas terkait, diharapkan dapat melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi di SD Negeri 057227 Kebun Kelapa.
Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan kontrak dan standar teknis atau terdapat penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Apabila nantinya hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran, maka proses hukum diharapkan berjalan secara profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebaliknya, apabila pekerjaan telah sesuai spesifikasi, hasil pemeriksaan tersebut juga akan memberikan kepastian dan menjawab keraguan yang berkembang di tengah masyarakat.
Semetara kepala sekolah berinisial EHB, hingga berita terangkum belum memberi jawaban konfirmasi kepada awak media.
Salah seorang guru yang tidak memberi tahu namanya mengatakan, Ibu kasek ada keperluan ke Sabat, Pak, nanti saya sampaikan padanya.(Rudi)



















