ASAHAN (HARIANSTAR.COM) – Dengan alasan untuk beli jus dan uang minyak, oknum yang mengaku sebagai perwakilan dari CV ABE diduga coba suap sejumlah wartawan sebesar Rp300 ribu usai memberikan klarifikasi/penjelasan di depan kantor Kacabdis Wilayah 5 Sumut di Jalan Meranti Kisaran, Kabupaten Asahan, Rabu (18/10/2023).
Aksi percobaan penyuapan terhadap sejumlah wartawan tersebut terjadi setelah sejumlah wartawan bertemu dengan Kacabdis Wilayah 5 Sumut, konsultan teknik dan perwakilan CV ABE terkait persoalan para pekerja yang dinilai tidak menggunakan APD saat bekerja pada proyek pembangunan USB SMKN 1 Tinggi Raja.
“Sudahlah itu bang, persoalan itu jangan dibahas lagi, berteman aja kita bang, ini ada uang Rp300 ribu buat beli jus dan uang minyak untuk abang – abang semua,” jelas salah seorang oknum perwakilan CV ABE yang identitasnya tidak ingin disebutkan tersebut kepada sejumlah wartawan/jurnalis.
Melihat aksi yang dilakukan oleh pihak perwakilan CV tersebut yang menilai semua persoalan bisa diatur dengan uang, seketika sejumlah wartawan itu langsung menolak pemberiannya.
Dengan adanya tindakan penolakan yang dilakukan sejumlah wartawan/jurnalis tersebut, perwakilan CV itu kemudian langsung mengeluarkan sejumlah uang tambahan.
“Bang ini ada uang Rp500 ribu, mohon diterima ya bang, jika kedepannya abang – abang semua mempunyai niat jalan – jalan ke Tinggi Raja, singgah saja untuk datang ke lokasi proyek selama kita masih bekerja disitu, biar bisa kita kumpul lagi untuk beli jus,” jelasnya.
Mendapatkan perlakuan yang serupa, sejumlah wartawan kembali menolak pemberian tersebut.
Sementara itu, Hadi Dermawan didampingi Arman selaku wartawan/jurnalis di media online dan media cetak membenarkan terkait adanya dugaan percobaan penyuapan tersebut.
“Kejadian dugaan percobaan penyuapan tersebut setelah kami bertiga bertemu dengan Kacabdis Wilayah 5 Sumut, konsultan dan perwakilan CV ABE untuk membahas terkait persoalan para pekerja proyek pembangunan USB SMKN 1 Tinggi Raja tidak menggunakan APD saat bekerja,” jelas mereka.
Setelah kami bertiga keluar dari ruangan Kacabdis Wilayah 5 Sumut, lanjut mereka, salah seorang perwakilan CV tersebut langsung menghampiri kami di depan kantor tersebut.
“Awalnya itu, perwakilan CV itu memberikan uang sebesar Rp300 ribu kita bertiga dengan alasan untuk beli jus dan uang minyak kita, karena pemberian itu kita tolak, dianya kembali menambah uang itu menjadi Rp500 ribu. Kemudian, kita kembali menolak pemberian uang itu,” ungkap mereka.
Mereka mengaku kecewa dengan sikap perwakilan CV yang yang menilai jika semua persoalan bisa diatur dengan uang.
Sebelumnya, para pekerja proyek pembangunan USB SMKN 1 Tinggi Raja tersebut tampak tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja. (ded)

























