• Latest
  • Trending
  • All
Ribuan Warga Gaza Terancam Mati Karena Keterbatasan Medis

Ribuan Warga Gaza Terancam Mati Karena Keterbatasan Medis

2 Februari 2026
Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Ikut Meriahkan Karnaval HUT ke-81 RI

Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Ikut Meriahkan Karnaval HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
PETI di Muara Batang Angkola, BPD Desa Diduga Kutip “Bunga Tanah” 5 Persen

PETI di Muara Batang Angkola, BPD Desa Diduga Kutip “Bunga Tanah” 5 Persen

17 Agustus 2026
Plt. Bupati Langkat Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Dorong Generasi Muda Jadi Pionir Kemajuan

Plt. Bupati Langkat Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Dorong Generasi Muda Jadi Pionir Kemajuan

17 Agustus 2026
Polsek Binjai Timur Amankan Pelaku Pencurian Kotak Infaq dan Pengrusakan Masjid

Polsek Binjai Timur Amankan Pelaku Pencurian Kotak Infaq dan Pengrusakan Masjid

17 Agustus 2026
Polres Palas Gelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI ke-81 di Paringgonan

Polres Palas Gelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI ke-81 di Paringgonan

17 Agustus 2026
Bobby Nasution Pimpin Upacara HUT RI dari Tengah Lapangan, Tekankan Inflasi dan Pemerataan Pembangunan

Bobby Nasution Pimpin Upacara HUT RI dari Tengah Lapangan, Tekankan Inflasi dan Pemerataan Pembangunan

17 Agustus 2026
Besok Terlapor Penganiayaan Anak SD di Tanjung Balai Diperiksa

Besok Terlapor Penganiayaan Anak SD di Tanjung Balai Diperiksa

17 Agustus 2026
OJK dan Pemkab Karo Perkuat Budaya  Menabung Pelajar

OJK dan Pemkab Karo Perkuat Budaya  Menabung Pelajar

17 Agustus 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Raih Empat Penghargaan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Raih Empat Penghargaan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

17 Agustus 2026
1.725 Paket Bantuan Logistik Presiden Tiba di Maumere untuk Masyarakat Terdampak Bencana

1.725 Paket Bantuan Logistik Presiden Tiba di Maumere untuk Masyarakat Terdampak Bencana

16 Agustus 2026
Peringatan HUT RI ke -81, Kemerdekaan Momentum Memperkuat Semangat Pengabdian

Peringatan HUT RI ke -81, Kemerdekaan Momentum Memperkuat Semangat Pengabdian

16 Agustus 2026
Jaga Warisan Budaya, Wali Kota Medan Siap Dukung Kenduri Diraja Negeri Deli

Jaga Warisan Budaya, Wali Kota Medan Siap Dukung Kenduri Diraja Negeri Deli

16 Agustus 2026
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • NUSANTARA
  • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • NUSANTARA
  • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ribuan Warga Gaza Terancam Mati Karena Keterbatasan Medis

by Yunsigar
2 Februari 2026
in HEADLINE, INTERNASIONAL
Ribuan Warga Gaza Terancam Mati Karena Keterbatasan Medis

Selama lebih dari satu setengah tahun, Israel telah menutup perbatasan Rafah dan mengepung Jalur Gaza (Getty/via gazamedia)

FacebookWhatsappTelegram

GAZA (HARIANSTAR.COM) – Israel membuka kembali sebagian perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza yang terkepung dengan Mesir, pada Minggu (1/2/2026).

Hal itu mengakhiri lebih dari satu setengah tahun penutupan hampir total.

Baca Juga

1.725 Paket Bantuan Logistik Presiden Tiba di Maumere untuk Masyarakat Terdampak Bencana

Tangani Gempa M 7,7 Flores, Kepala BNPB Instruksikan Delapan Langkah Strategis Penanganan Darurat

Pasca Gempa NTT, Lebih 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian

Namun langkah ini bersifat terbatas dan lebih simbolis, tanpa memungkinkan pengiriman barang maupun pergerakan pengunjung atau pasien secara nyata, meski krisis kemanusiaan dan kebutuhan medis mendesak terus meningkat di Gaza.

Pembukaan kembali perbatasan terjadi setelah berbulan-bulan seruan dari organisasi kemanusiaan dan bertepatan dengan implementasi fase kedua dari kesepakatan gencatan senjata, menurut sumber Palestina dan Israel.

Meski demikian, para pejabat dan analis menyebut langkah ini masih jauh dari yang dibutuhkan untuk mengatasi bencana kemanusiaan yang semakin parah di Gaza.

Dikutip dari gaza media, Senin (2/2/2026) menyebutkan, Shadi Othman, petugas media Kantor Uni Eropa di Yerusalem, mengatakan kepada TNA bahwa pembukaan ini merupakan uji coba untuk menilai kesiapan operasional di perbatasan.

Ia menambahkan, proses ini dilakukan dalam koordinasi dengan Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa (EUBAM) dan pihak berwenang Mesir, dan difokuskan pada pengaturan teknis serta administratif untuk mempersiapkan pergerakan penduduk Palestina di masa depan.

“Perbatasan mungkin akan dibuka secara resmi besok,” kata Othman, seraya menegaskan bahwa kehadiran Uni Eropa di Rafah terbatas pada pemantauan kepatuhan terhadap standar dan prosedur yang disepakati, tanpa ikut mengelola pembukaan atau penutupan.

Pihak Israel menegaskan bahwa pembukaan kembali bersifat terbatas. Koordinator Aktivitas Pemerintah Israel di Wilayah (COGAT) menyebut perbatasan dibuka “sesuai kesepakatan gencatan senjata dan arahan pimpinan politik”, terbatas pada pergerakan orang dalam lingkup sempit.

Pernyataan resmi menyebut langkah ini sebagai fase eksperimen awal, dilakukan bersama EUBAM dan pihak terkait lainnya, sebagai persiapan menuju kemungkinan operasi penuh di kemudian hari.

Namun sumber Palestina menegaskan pembukaan ini masih bersifat eksperimen dan belum berarti kelonggaran signifikan bagi rakyat Gaza. Hingga akhir hari Minggu, meski ada delegasi gabungan Palestina-Mesir-Uni Eropa di perbatasan, belum tercatat adanya pergerakan pengunjung atau pasien.

Bagi para korban luka dan pasien kronis di Gaza, perbedaan antara pembukaan simbolis dan perbatasan yang berfungsi penuh bisa menjadi urusan hidup dan mati.

Puluhan ribu warga Palestina masih terjebak di Jalur Gaza, tidak bisa mengakses perawatan medis di luar, sementara sistem kesehatan Gaza terus ambruk akibat lebih dari satu tahun perang, kekurangan obat dan bahan bakar, serta penutupan banyak rumah sakit.

“Saya sudah menunggu berbulan-bulan, dan setiap hari kondisi saya semakin memburuk,” kata Mohammed Khalil Abu Awda, 27, dari lingkungan Shuja’iyya, Gaza City. Abu Awda mengalami kelumpuhan parsial setelah terkena pecahan peluru dalam serangan Israel pada November lalu.

“Jika saya tidak bisa pergi segera, saya khawatir akan lumpuh permanen,” tambahnya.

Seorang sumber di Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, hingga saat ini belum ada jadwal resmi terkait keberangkatan pasien. Lebih dari 25.000 korban luka dan ribuan orang dengan penyakit serius membutuhkan perawatan mendesak di luar Jalur Gaza. Sumber itu memperingatkan, penutupan terus-menerus atau pembukaan terbatas Rafah bisa menimbulkan kematian yang seharusnya bisa dicegah.

Secara politik, analis menilai pembukaan terbatas ini mencerminkan rapuhnya pemahaman yang ada terkait gencatan senjata.

“Rafah masih diperlakukan sebagai alat politik dan keamanan, bukan sebagai kebutuhan kemanusiaan,” kata Mustafa Ibrahim, analis politik Palestina di Gaza. Ia menekankan, hanya operasi penuh dan reguler, didukung jaminan internasional yang jelas, yang dapat mulai mengatasi bencana kemanusiaan di Gaza.

Rafah, satu-satunya perbatasan antara Gaza dan dunia luar yang tidak sepenuhnya dikontrol Israel, lama menjadi simbol isolasi sekaligus harapan rapuh bagi warga Jalur Gaza.

Bagi banyak warga Gaza, pembukaan terbatas pada Minggu kembali menimbulkan kekhawatiran bahwa harapan mereka masih bisa tertunda.

 

Post Views: 596
Tags: Keterbatasan MedispembukaanPerbatasan RafahRibuanSimbolisTerancam MatiWarga Gaza
ShareSendShare
Yunsigar

Yunsigar

Baca Juga

1.725 Paket Bantuan Logistik Presiden Tiba di Maumere untuk Masyarakat Terdampak Bencana
HEADLINE

1.725 Paket Bantuan Logistik Presiden Tiba di Maumere untuk Masyarakat Terdampak Bencana

16 Agustus 2026
Tangani Gempa M 7,7 Flores, Kepala BNPB Instruksikan Delapan Langkah Strategis Penanganan Darurat
HEADLINE

Tangani Gempa M 7,7 Flores, Kepala BNPB Instruksikan Delapan Langkah Strategis Penanganan Darurat

16 Agustus 2026
Pasca Gempa NTT, Lebih 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian
HEADLINE

Pasca Gempa NTT, Lebih 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian

16 Agustus 2026
Klaim Kalahkan Iran, Trump Akan Jadikan Selat Hormuz Wilayah AS
HEADLINE

Klaim Kalahkan Iran, Trump Akan Jadikan Selat Hormuz Wilayah AS

15 Agustus 2026
Gempa NTT, Istana Sampaikan Duka Gerak Cepat Lakukan Penanganan
HEADLINE

Gempa NTT, Istana Sampaikan Duka Gerak Cepat Lakukan Penanganan

15 Agustus 2026
Pasca Gempa NTT, Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS
HEADLINE

Pasca Gempa NTT, Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS

15 Agustus 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • NUSANTARA
  • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In