TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Serangan rudal terbaru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menghancurkan sistem THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, IRGC juga menyatakan membakar tangki bahan bakar dan penghancuran gudang peralatan helikopter besar serta hanggar perawatan dan perbaikan helikopter di pangkalan Amerika di Yordania.
Pernyataan itu ditujukan kepada rakyat Yordania, dengan mengatakan, “Saudara-saudara kalian di IRGC, sebagai hukuman atas tentara Amerika yang membunuh anak-anak dan sebagai tanggapan atas agresi berulang terhadap wilayah Republik Islam Iran, menghancurkan radar sistem pertahanan rudal THAAD Amerika dengan serangan kilat di pangkalan-pangkalan Amerika (di Yordania). Sistem Patriot dan radar C-RAM juga menjadi sasaran dan dihancurkan, dan tangki bahan bakar pangkalan Amerika dibakar.”
“Terkadang dikatakan bahwa Iran telah melanggar kemerdekaan, integritas wilayah, dan kedaulatan negara-negara dengan serangannya, padahal penilaian tersebut sama sekali tidak benar. Menurut kami, kemerdekaan, integritas wilayah, dan kedaulatan pemerintah Anda sepenuhnya dihormati,” demikian bunyi pernyataan tersebut dikutip dari Tasnim, Jumat (24/7/2026).
“Jenis tempat apa pangkalan Amerika di suatu negara? Di mana, tanpa kendali penjaga perbatasan anda, orang Amerika dan siapa pun yang mereka inginkan, terkadang tahanan dari negara lain masuk dan keluar, penjaga militer AS menegakkan disiplin di sana, bukan penjaga militer anda, hakim Amerika mengadili kejahatan yang terjadi di sana, bukan hakim anda, hukum Amerika berlaku di sana, bukan hukum anda, dan bukan hanya militer anda, bahkan menteri pertahanan anda pun tidak berhak masuk tanpa izin dari penjaga AS?”
IRGC menambahkan, Amerika lah yang telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan Anda, bukan kami. Kami menyerang wilayah yang diduduki oleh tentara AS. Tentara yang tidak mengenal apa pun selain kejahatan.
Pernyataan itu selanjutnya berbunyi, “Kemarin, warga Minab yang berduka menguburkan jenazah anak-anak mereka, yang ditemukan saat mencari di bawah reruntuhan. Mereka adalah 168 siswa yang gugur pada hari pertama perang ini dalam serangan tentara Amerika yang membunuh anak-anak (pada 28 Februari 2026). Kejahatan ini terus berlanjut, beberapa di antaranya menggunakan pangkalan Amerika di tanah Yordania. Adalah hak hukum, agama, dan logika kami untuk menargetkan agresor dan pembunuh anak-anak kami dari mana pun mereka menyerang. Terima kasih atas kerja sama anda.”



















