MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Guna mendukung energi terbarukan,PLN UID Sumatera Utara sukses melahirkan komunitas motor listrik berbasis sekolah yang dibentuk di SMK Muhammadiyah 9 Medan. Sekolah ini merupakan penerima manfaat atas Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan sejak 2025.
Kali ini, komunitas ini sukses menyelenggarakan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat tentang Konversi Motor Listrik Kamis (23/7) di SMK Muhammadiyah 9 Medan.
Agung Suprayetno, salah satu pegiat komunitas binaan PLN UID Sumatera Utara yang juga merupakan salah satu guru otomotif SMK Muhammadiyah 9 yang sudah dibekali secara intensif terkait pelatihan konversi sepeda motor berbahan minyak menjadi berbahan baterai Listrik.
Dalam sosialiasi yang dihadiri oleh 100 masyarakat umum tersebut, Agung menjelaskan mengenai proses konversi motor listrik, manfaat penggunaan kendaraan listrik, serta kesiapan bengkel konversi dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.
Dalam paparannya, Agung menyampaikan bahwa kondisi kelangkaan BBM yang terjadi belakangan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai mempertimbangkan penggunaan energi alternatif.
“Di tengah kelangkaan BBM, sudah saatnya kita mulai mengenal dan memanfaatkan energi alternatif. Konversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik merupakan salah satu solusi yang dapat mendukung mobilitas masyarakat agar lebih efisien, hemat biaya operasional, dan ramah lingkungan,” ujarnya
Ia juga menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui pendidikan vokasi dan layanan konversi.
“Ketika sekolah siap menjadi pusat pembelajaran sekaligus pusat konversi motor listrik, langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan menjadi perubahan besar bagi masa depan energi di Indonesia,” tutur Agung
Dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut, masyarakat yang hadir juga turut serta merasakan uji coba atas motor bahan bakar minyak yang sudah berhasil dikonversi. Salah satu peserta, Hafiz, menjelaskan motor terasa lebih ringan dan suaranya lebih halus.
“Selama ini saya belum pernah pakai motor Listrik. Keren juga, padahal jenis motor yang dikonversi ini seperti motor saya sehari-hari. Jadi ringan, dan lebih enak dikendarai. Dan tadi saya lihat daya Listrik yang dipakai untuk mengisi daya motornya juga tidak terlalu besar,” ujarnya Hafiz
Secara terpisah GM PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, mengatakan kehadiran program konversi dan workshop bengkel listrik ini hadir sebagai komitmen PLN dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan lustrik sekaligus memperkuat pendidikan vokasi di Sumatera Utara.
“PLN tidak hanya berperan dalam menyediakan energi listrik yang andal, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan. Kami berharap para guru SMK yang sudah memiliki kompetensi yang relevan dapat terus menularkannya kepada peserta didik.” ujarnya.
Kompetisi Motor Listrik Berbasis Sekolah
Budi Syahputra, selaku mitra pelaksana program TJSL, menjelaskan bahwasanya sejak diberikan pelatihan dan pendampingan vokasi sejak tahun lalu, komunitas binaan PLN UID sudah berhasil melakukan konversi motor berbahan bakar minyak sebanyak 4 (empat) unit sepeda motor.
Ia juga menjelaskan motor-motor tersebut sudah mengantongi dokumen resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan yang menyatakan bahwa kendaraan bermotor telah lolos uji teknis dan layak jalan
“Workshop bengkel listrik yang diinisiasi di SMK Muhammadiyah 9 juga sudah mengantongi izin bengkel tipe B. Perlahan kehadiran komunitas ini akan kita dukung untuk mulai melakukan unjuk kerja hingga komersil untuk mulai aktif melakukan konversi motor bahan bakar minyak menjadi bahan baterai Listrik ke masyarakat luas ,” jelasnya.
Ditambahkannya untuk melahirkan ekosistem yang lebih massif, pihaknya juga telah mulai menyiapkan salah satu kegiatan kompetisi motor listrik berbasis sekolah. Kegiatan ini direncanankan akan dijalankan sebelum akhir tahun 2026.



















