TAPSEL (HARIANSTAR.COM) – Puluhan massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Waktu Indonesia Bergerak (WIB) Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Kamis (21/5/2026).
Dalam orasinya, Ketua DPD WIB Tapsel, Burhanudin Hutasuhut menyampaikan mosi tidak percaya terhadap dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta program sosial dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dugaan tersebut dikaitkan dengan masa jabatan Gus Irawan Pasaribu selaku Bupati Tapsel saat menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi XI periode 2019–2024.
“Kami meminta Bupati Tapanuli Selatan memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan terkait dugaan keterlibatan dalam skandal dana program sosial BI dan OJK yang kini sedang menjadi sorotan serius Komisi Pemberantasan Korupsi,” tegas Burhanudin.
Ia menegaskan, pihaknya mendukung sepenuhnya langkah dan upaya yang dilakukan KPK dalam mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya, agar tidak ada pihak yang merasa kebal hukum.
Sebelum membubarkan diri secara tertib, massa sempat melihat langsung ke ruangan tiga pejabat utama daerah, yakni Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan namun tidak ada di tempat. Sepanjang jalannya aksi, situasi tetap kondusif dan mendapat pengawalan ketat dari kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban.
Pengamat hukum dari Desa Arse Tapsel, Bangun Siregar yang juga berorasi menyatakan statemen agar KPK memeriksa mantan anggota DPR RI priode 2019 s/d 2024 kalau memang bersalah tangkap dan penjarakan. Apabila tidak bersalah agar KPK klarifikasi pemberitaan rilis yang saat itu membuat namanya ikut terseret. (Indra)



























