SIRTE, LIBYA (HARIANSTAR.COM) – Global Sumud Land Convoy (GSLC) menyerukan kepada otoritas keamanan di Libya dan Bulan Sabit Merah Libya untuk segera melanjutkan koordinasi dan memberikan jalur aman bagi misi kemanusiaan menuju Gaza.
Hal itu menyusul terputusnya komunikasi yang tidak dapat dijelaskan di perbatasan Sirte.
Dalam siaran pers GSF pada Rabu (20/5/2026), pada pertemuan kemarin, perwakilan GSLC bertemu dengan otoritas keamanan Libya dan Bulan Sabit Merah Libya. Konvoi tersebut menyerahkan surat resmi yang meminta dukungan untuk perjalanan mereka melalui wilayah Libya, dan kedua pihak sepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan guna menyelesaikan prosedur penyerahan dan pengaturan penyeberangan.
Terlepas dari kesepakatan itu, tidak ada pertemuan lanjutan yang terjadi. Sejak pagi penyelenggara konvoi telah mengirimkan komunikasi berulang kali, termasuk tanggal yang diusulkan dan dikonfirmasi untuk pertemuan yang disepakati, namun belum menerima tanggapan.
GSLC mengakui pernyataan positif yang sebelumnya dikeluarkan oleh otoritas Libya dan Bulan Sabit Merah Libya. Niat baik tersebut kini perlu dibuktikan. Kata-kata dukungan dan kesepakatan konkret untuk bertemu tidak boleh dibiarkan tanpa tindakan nyata.
GSLC adalah misi kemanusiaan sipil. Misi ini melibatkan peserta dari lebih dari 20 negara, di antaranya tenaga medis, insinyur, pendidik, dan pengamat hukum. Misi ini telah menyelesaikan setiap tahap perjalanannya sebelumnya bekerja sama dengan otoritas negara tuan rumah dan tanpa insiden.
“Warga Palestina di Gaza tidak bisa menunggu. Kami menyerukan kepada otoritas Libya dan Bulan Sabit Merah untuk menghormati komitmen mereka, menanggapi komunikasi yang tertunda, dan mengambil langkah segera untuk memungkinkan konvoi ini melanjutkan perjalanan. Setiap hari penundaan adalah hari pengepungan yang terus berlangsung,” kata GSLC.



























