MEDAN (HARIANSTAR.COM) – M. Irzal, SE, ME berharap kepada Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumut yang baru dapat menyukseskan pernasalahan stunting di Sumatera Utara (Sumut).
Ia juga tidak menampik masih banyak PR (Pekerjaan Rumah) yang harus dikerjakan dalam hal program Pembangunan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Selain TFR (Total Fertility Rate) yang masih terbilang tinggi di Sumatera Utara (Sumut), juga Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK) 2023 bagi Kabupaten/Kota di Sumut yang dimulai 1 Juni hingga 31 Juli. Namun masih ada 3 kab/kota yang masih diizinkan menggunakan formilir karena kondisi geografis wilayah mereka yang tidak memungkinkan memakai smartphone disebabkan tidak mempunyai sinyal yaitu beberapa desa di kecamatan di Kab. Madina, Nias Selatan dan Padang Lawas.
“Diharapkan dari hasil PPK 2023 itu memberikan dampak positif dan jadi acuan untuk program selanjutnya. Sehingga akurasi data itu dapat dimanfaatkan untuk kemajuan program KB di Sumut,” ujar Irzal.
Irzal menyebutkan, TFR di Sumut sesuai hasil Long Form SP2020, sebesar 2,48. yang berarti sekitar 2-3 anak yang dilahirkan. Angka ini lebih tinggi dari nasional yakni 2,1.
“Sebagai penyangga utama untuk pelaksanaan dan pencapaian program KB di Indonesia, Provsu harus bekerja keras dan bekerjasama. Karena sasaran yang dicapai juga lebih tinggi, pekerjaan lebih berat dan banyak serta menjadi perhatian khusus. Karena kalau Sumut berhasil mudah-mudahan semua provinsi berhasil,” jelas Irzal ketika ditanya wartawan terkait suka duka dan harapannya kepada Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumut yang baru, Selasa (4/7/2023).
Diketahui M. Irzal yang sebelumnya Kaper BKKBN Sumut kini dipercayakan menduduki posisi baru sebagai Kaper BKKBN Bangka Belitung. Sedang Kaper BKKBN Sumut digantikan oleh Munawar Ibrahim, mantan Kaper BKKBN Provinsi Jambi. “Sebagai abdi negara kita bersedia ditempatkan di mana saja, demi kemajuan program Bangga Kencana,” ujarnya.
Kemudian, kerja keras yang harus dicapai, lanjut Irzal yakni percepatan penurunan angka stunting di Sumut. Sebagaimana diketahui pada 2021-2022 Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumut telah berhasil menurunkan prevalensi angka stunting sebesar 4,7 persen padahal ditargetkan 3,8 persen.
Sehingga angka stunting Provsu yang sebelumnya 25,8 persen menjadi 21,1 persen, sesuai data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Angka ini pun melampaui target dan lebih rendah dari angka Nasional sebesar 21,6 persen. “Sebelumnya kita menargetkan pada 2021-2022 diangka 22 persen, tapi ternyata melebihi target menjadi 21,1 persen,” kata Irzal.
“Melihat kerja keras ini, saya yakin angka stunting pada 2022-2023 berhasil diturunkan menjadi 18 persen dan pada 2024 menjadi 14 persen. Angka ini sesuai dengan target nasional pada 2024 angka stunting di Indonesia yakni sebesar 14 persen,” tambahnya.
Irzal mengucapkan terimakasih kepada para media yang telah bekerjasama dalam penurunan stunting dan peningkatan program KB di Sumut. “Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sumut dan khususnya TPPS yang diketuai Wagubsu Musa Rajekshah dalam hal penurunan stunting,” tutupnya. (GS)



























