MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Komisi IX DPR RI yang menangani masalah kesehatan dan ketenagakerjaan dimana salah-satu mitranya adalah BKKBN. DPR bersama BKKBN, Kementerian Kesehatan, Kementerian lainnya, Pemerintah Daerah serta lainnya sangat fokus terhadap upaya penurunan stunting, yang saat ini masih berada di angka 21,6 persen masih di atas target nasional 14 persen tahun 2024. Kerja keras ini tentu tidak akan berhasil jika tidak didukung partisipatif masyarakat. Masyarakat merupakan ujung tombak dalam penurunan angka stunting.
Hal itu disampaikan anggota Komisi DPR RI Delia Pratiwi saat menggelar kegiatan Sosialisasi dan Promosi Program Percepatan Penurunan Stunting di Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Selasa (22/8/2023).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Prov.Sumut Munawar Ibrahim, Sekretaris Camat Pangkalan Susu Suryadi, Ketua Pokja Advokasi KIE Rabiatun Adawiyah, Lurah se Kecamatan Pangakalan Susu, perwakilan dari Koramil, perwakilan Polsek Pangkalan Susu, tokoh agama, tokoh pemuda dan lebih dari 350 orang masyarakat.
“Keluarga merupakan unit terkecil masyarakat, keluarga memiliki perananan penting dalam pencehahan stunting, khususnya dalam pemenuhan gizi bagi ibu dan anak, pada fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” kata Delia.
Dijelaskannya, 1000 HPK adalah fase yang dimulai sejak masa kehamilan (270 hari) sampai dengan anak berusia 2 tahun (730 hari). Masa 1000 HPK ini merupakan kesempatan bagi orangtua untuk membangun dan menetapkan fondasi kesehatan dan perkembangan anak yang optimal, dan masa ini tidak dapat terulang lagi dan merupakan periode emas tumbuh kembang anak.
“Keberhasilan 1000 HPK ini akan menghasilkan anak yang sehat, cerdas dan ke depan akan menjadi penerus generasi bangsa yang potensial, namun jika yang terjadi sebaliknya kondisi tumbuh kembang anak akan sangat mengkhawatirkan, ke delannya akan sangat berdampak terhadap nasib bangsa kita,” ujar Delia.
Kepala Perwakilan BKKBN Prov.Sumut sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian besar Delia Pratiwi terhadap pembangunan sumber daya manusia, kesehatan dan ketenagakerjaan di Sumatera Utara, khususnya di wilayah Kabupaten Langkat. “Harapannya dengan kerja keras kita bersama, tidak ada lagi anak- anak yang terlahir pendek, terlahir kurang gizi, terlahir dengan berat badan yang kurang. Anak-anak yang lahir kedepannya bisa menjadi orang-orang hebat, menjadi pejabat amanah, pengusaha hebat dan lainnya,” ujar Munawar.
Sementara Sekretaris Camat Pangkalan Susu menyebutkan, bahwa angka stunting di Kecamatan Pangkalan Susu berjumlah 42 Anak. “Mudah-mudahan dengan perhatian Ibu Delia bersama BKKBN ini, semua unsur pemerintah, swasta dan masyarakat bersama-sama berjuang menurunkan angka stunting sampai zero persen di masa mendatang,” katanya optimis.
Acara dilanjutkan dengan pembagian lucky draw berupa sepeda, kompor gas, rice cooker dan lainnya kepada masyarakat. (Rel/ GS)



























