MADINA (HARIANSTAR.COM) – Diduga ‘meriang’ setelah menerima surat rekomendasi dari DPRD Madina, Sukhairi diduga tak bernyali menemui ratusan pengunjuk rasa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) tahun 2023 di rumah dinas, Jum’at (29/12/2023).
Kedatangan massa guru honorer yang dinyatakan gagal masuk PPPK tersebut mendatangi Bupati Jakfar Sukhairi di rumah dinasnya hendak mendesak agar rekomendasi DPRD Madina terkait pembatalan hasil ujian Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) yang diduga penuh kecurangan, serta mencopot Kadis Pendidikan Dollar Haprianto Siregar dan Kaban BKPSDM Abdul Hamid Nasution dari jabatannya.
Dalam orasinya, massa pengunjuk rasa tersebut meminta agar Bupati Madina Jakfar Sukhairi Nasution menjalankan isi rekomendasi DPRD tersebut.
Pengunjukrasa yang tampak kecewa karena tidak mendapat sambutan dari Sukhairi mengancam akan terus berunjukrasa dan menduduki rumah dinas Bupati Madina.
Para Pengunjukrasa hanya ditemui Sekdakab Madina Alamulhaq, sembari mengatakan Bupati Madina sedang keluar dari Madina. Namun ia menyebutkan Bupati telah menerima surat rekomendasi tersebut.
Mendengar jawaban Sekdakab yang terkesan membela ‘bos’ nya Sukhairi. Pengunjuk rasa mulai pitam, spontan saja, suara keras, lantang dan berbagai tudingan meluncur dari mulut – mulut pendemo yang membuat panas kuping Alamulhaq.
Merasa tak nyaman dengan situasi yang mulai panas, Alamulhaq memilih kabur meninggalkan lokasi tanpa ada solusi. (Sir)


























