GAZA CITY (HARIANSTAT.COM) – Serangan udara militer Israel menewaskan sekurangnya 10 warga Palestina di Gaza City pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah militer Israel menyasar kantor pusat kepolisian dan sebuah kamp pengungsi dalam dua serangan terpisah pada hari yang sama, menurut laporan media yang mengutip pejabat kesehatan setempat.
Serangan ini menambah daftar korban tewas warga sipil di tengah gencatan senjata yang telah berjalan sejak 10 Oktober 2025 namun berulang kali dilanggar. Al Jazeera dikutip dari Gaza Media, Sabtu (22/8/2026).
Insiden ini terjadi hanya sehari setelah militer Israel menyerang sebuah kafe di area pelabuhan Gaza City yang menewaskan enam warga Palestina, termasuk seorang anak, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Serangan terhadap kafe tersebut menyasar kumpulan anggota kelompok Nukhba yang berafiliasi dengan Hamas.
Serangan terhadap kafe pada 18 Agustus terjadi sehari setelah utusan khusus Amerika Serikat, Jared Kushner, meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar militer Israel hanya menyasar ancaman yang bersifat mendesak dalam operasinya di Gaza. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan yang turut dihadiri perwakilan Hamas dan anggota Board of Peace, badan yang dibentuk melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.
Meski demikian, serangan-serangan mematikan terus berlanjut di berbagai wilayah Gaza dalam beberapa hari setelah pertemuan tersebut berlangsung.
Di antara korban tewas dalam serangan terhadap pos polisi tercatat seorang remaja perempuan berusia 13 tahun bernama Dana al-Jamasi. Serangan terhadap kantor kepolisian dan kamp pengungsi tersebut disebut media lokal sebagai bagian dari rangkaian serangan udara yang berlangsung sepanjang pekan itu.
Pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terperinci mengenai sasaran spesifik dari kedua serangan tersebut. Kelompok Hamas mengecam serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober tahun lalu.




















