MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran pada Jumat, 20 Maret 2026 mendatang.
Penetapan tersebut diumumkan melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang merujuk pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Keputusan ini sekaligus menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam merayakan 1 Syawal tahun depan.
Tahun ini menjadi momentum penting karena Muhammadiyah mulai menerapkan KHGT secara penuh.
Sistem tersebut menggantikan metode hisab hakiki wujudul hilal yang sebelumnya digunakan untuk menentukan awal bulan Hijriah.
KHGT sendiri resmi diluncurkan pada 25 Juni 2025 sebagai upaya penyatuan kalender Hijriah secara global.
Dengan sistem berbasis perhitungan astronomi terintegrasi, penetapan awal Ramadan dan Syawal bisa dilakukan jauh hari sebelumnya.
Karena menggunakan metode hisab global, Muhammadiyah tidak perlu menunggu pemantauan hilal menjelang akhir Ramadan.
Hal ini membuat kepastian tanggal Lebaran sudah dapat diumumkan lebih awal kepada masyarakat.
Bagaimana dengan Nahdlatul Ulama (NU)?. Sampai saat ini NU belum menetapkan 1 Syawal 1447 H karena masih menunggu hasil rukyatul hilal.
Metode yang digunakan merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU serta Muktamar NU yang telah menjadi pedoman sejak 1954.
Sedangkan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia juga belum menetapkan tanggal resmi Lebaran nasional.
Sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa sidang isbat akan dilakukan melalui mekanisme terpadu.
“Sidang isbat akan diawali dengan paparan posisi hilal berdasarkan data hisab, kemudian dilanjutkan dengan laporan hasil rukyat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi Kemenag, Minggu (1/03/2026).
Adapun pemerintah telah menetapkan Idul Fitri 2026 sebagai hari libur nasional melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri.
Dalam SKB tersebut, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 dan 22 Maret 2026, meski masih menunggu hasil sidang isbat. (*)



























