TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Dalam gelombang serangan ke-53 selama “Operasi Janji Sejati 4”,, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada hari Minggu melancarkan gelombang serangan ke-53 nya
Serangan itu menargetkan pusat komando dan kendali regional rezim Zionis.
Menurut IRGC dikutip dari Tasnim, Minggu (15/3/2026) gelombang serangan terbaru ini dilakukan untuk mengenang 84 martir dari kapal perusak Dena milik Angkatan Laut Iran, yang diserang torpedo dari Angkatan Laut AS di lepas pantai Sri Lanka pada tanggal 4 Maret.
Operasi pada hari Minggu tersebut melibatkan serangan gabungan yang menggunakan 10 rudal hipersonik Fattah dan Qadr, serta drone penghancur yang ditujukan kepada pasukan teroris AS yang ditempatkan di pangkalan Al-Dhafra, yang telah memberikan intelijen dan dukungan selama serangan agresif terhadap Iran.
IRGC juga menargetkan pusat komando dan kendali regional rezim Zionis serta pusat manajemen front domestik Israel.
IRGC menegaskan, serangan-serangan yang berkelanjutan dan dahsyat terhadap target, pusat, dan kepentingan AS dan Israel akan terus berlanjut tanpa henti sampai para agresor dipaksa untuk menyerah dan menghadapi hukuman.
Amerika Serikat dan rezim Zionis melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran menyusul pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada tanggal 28 Februari
Serangan-serangan tersebut melibatkan serangan udara besar-besaran terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan-pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.



























