TEHERAN (HARIANSTAR.COM) – Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengutuk pernyataan kontradiktif Presiden AS Donald Trump tentang kemungkinan serangan dan negosiasi dengan Iran.
Ia mengatakan bahwa ancaman, janji yang ingkar, dan berita palsu Washington merupakan strategi yang gagal.
Dalam unggahan di akun X-nya pada Kamis malam dikutip dari Tasnim, Jumat (7/8/2026), Qalibaf mengejek perubahan sikap Trump yang berulang kali antara ancaman aksi militer dan optimisme tentang negosiasi, menggambarkan pendekatan tersebut sebagai “diplomasi sandiwara.”
Ia juga menyerukan kepada Washington untuk mengakui fakta dan menghormati komitmennya, alih-alih menggunakan taktik tekanan dan sandiwara politik.
“’Serangan besar akan datang… tunggu, lupakan saja, mereka ingin bernegosiasi.’ Itu diplomasi sandiwara yang terus berulang,” kata Qalibaf.
“Menggunakan intimidasi, janji yang ingkar, berita palsu sebagai alat tawar-menawar adalah strategi yang gagal,” kata Ketua Parlemen Iran.
“Akui fakta dan penuhi komitmen Anda. Kita tidak butuh sandiwara lagi,” tegasnya mengingatkan presiden AS.




















