• Latest
  • Trending
  • All
Virus Nipah Alarm Untuk Dunia: Belum Miliki Vaksin dan Cukup Berbahaya

Ini Alasan Kenapa Virus Nipah Berbahaya dan Ditakuti      

1 Februari 2026
AS Kembali Serang Iran

AS Kembali Serang Iran

11 Juni 2026
Misteri Saranjana Kota Gaib Modern di Kalimantan, Pernah Terdaftar di Peta Hindia Belanda

Misteri Saranjana Kota Gaib Modern di Kalimantan, Pernah Terdaftar di Peta Hindia Belanda

11 Juni 2026
Autopsi, Polres Madina Bongkar Makam Terduga Korban Pembunuhan Sadis di Lokasi Tambang Km 2 Hutabargot

Autopsi, Polres Madina Bongkar Makam Terduga Korban Pembunuhan Sadis di Lokasi Tambang Km 2 Hutabargot

11 Juni 2026
Kapolres Langkat Pimpin Donor Darah Hari Bhayangkara ke-80

Kapolres Langkat Pimpin Donor Darah Hari Bhayangkara ke-80

11 Juni 2026
Bobby Nasution Desak Pemkab dan Pemko Tuntaskan Perkada dan Tender

Bobby Nasution Desak Pemkab dan Pemko Tuntaskan Perkada dan Tender

11 Juni 2026
Pengungkapan Kasus Narkoba di Medan Melonjak 117 Persen, Polrestabes Sita 231 Kg Sabu

Pengungkapan Kasus Narkoba di Medan Melonjak 117 Persen, Polrestabes Sita 231 Kg Sabu

10 Juni 2026
Warga Percut Sei Tuan Gagal Edarkan Sabu di Lubuk Pakam

Warga Percut Sei Tuan Gagal Edarkan Sabu di Lubuk Pakam

10 Juni 2026
Optimalkan Persiapan Monitoring Desa Percontohan, TP PKK Kabupaten Karo Gelar Rakor Bersama Dewan Pembina  ​

Optimalkan Persiapan Monitoring Desa Percontohan, TP PKK Kabupaten Karo Gelar Rakor Bersama Dewan Pembina ​

10 Juni 2026
Kalah Judi Online, Karyawan Buat Laporan Palsu Dibegal Rp297 Juta

Kalah Judi Online, Karyawan Buat Laporan Palsu Dibegal Rp297 Juta

10 Juni 2026
Bimtek PBJ Melalui Katalog Elektronik Resmi Dibuka, Dorong Transparansi dan Dukung Produk Dalam Negeri

Bimtek PBJ Melalui Katalog Elektronik Resmi Dibuka, Dorong Transparansi dan Dukung Produk Dalam Negeri

10 Juni 2026
Studi Tiru ke Badung, Bapenda Kota Medan Dalami Optimalisasi PBJT Hotel serta Makan dan Minuman 

Studi Tiru ke Badung, Bapenda Kota Medan Dalami Optimalisasi PBJT Hotel serta Makan dan Minuman 

10 Juni 2026
Menkum Supratman Resmikan 6.110 Posbakum di Sumut, Gubernur Bobby Nasution Ungkap Hal Ini!

Menkum Supratman Resmikan 6.110 Posbakum di Sumut, Gubernur Bobby Nasution Ungkap Hal Ini!

10 Juni 2026
Kamis, Juni 11, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ini Alasan Kenapa Virus Nipah Berbahaya dan Ditakuti      

by Ratih
1 Februari 2026
in HEADLINE, LIFESTYLE
Virus Nipah Alarm Untuk Dunia: Belum Miliki Vaksin dan Cukup Berbahaya

Ilustrasi Virus Nipah menjadi alarm untuk dunia. [Int]

FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Virus Nipah kembali menarik perhatian global karena dianggap sebagai salah satu patogen paling berbahaya saat ini.

Hal ini tidak terlepas dari karakteristiknya yang memiliki tingkat kematian tinggi, kemampuan penularan yang cepat, serta tidak ada vaksin maupun obat khusus untuk penanganannya.

Baca Juga

AS Kembali Serang Iran

Gawat! Panitia Piala AFF U-19 Belum Bayar Pajak Tiket, DPRD Minta Pemkab Segera Tagih

Motor Penonton Timnas U-19 Raib di Parkiran, Stadion Utama Sumut Tak Aman Lagi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah memasukkan virus Nipah ke dalam daftar patogen berisiko tinggi yang berpotensi memicu wabah lintas negara.

Virus Nipah tergolong penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan juga menyebar antarmanusia.

Virus ini menjadi sorotan karena memiliki jalur penularan yang beragam dan berisiko tinggi.

Manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan kelelawar, hewan lain yang terinfeksi, maupun mengonsumsi makanan yang tercemar air liur atau kotoran kelelawar.

Selain penularan dari hewan, kasus penyebaran virus Nipah dari manusia ke manusia juga telah dilaporkan. Interaksi erat dengan cairan tubuh penderita menjadi salah satu jalur penularan yang perlu diwaspadai.

Kenapa Virus Nipah Ditakuti?

Kekhawatiran dunia kembali meningkat seiring ditemukannya kasus terbaru di India.

Meski jumlah kasus yang terkonfirmasi masih relatif sedikit, otoritas setempat langsung menerapkan langkah karantina massal dan pengawasan ketat. Berikut beberapa alasan kenapa virus Nipah ditakuti:

1. Angka Kematian Tinggi

Virus Nipah diketahui memiliki tingkat fatalitas yang sangat besar. Berdasarkan sejumlah wabah yang pernah terjadi, tingkat kematian yang dilaporkan mencapai sekitar 40–75 persen. Artinya, hampir setengah hingga sebagian besar orang berisiko meninggal, jauh melampaui banyak penyakit menular lainnya.

2. Belum Tersedia Vaksin dan Terapi Khusus

Hingga kini, belum ada vaksin maupun obat antivirus yang secara khusus ditujukan untuk melawan virus Nipah.

Penanganan medis masih terbatas pada perawatan suportif, yaitu mengurangi gejala dan menjaga kondisi pasien tetap stabil. Kondisi ini membuat infeksi Nipah menjadi semakin berbahaya karena belum ada pengobatan yang dapat langsung menghentikan virus.

3. Gejala Awal Sulit Dibedakan

Pada fase awal, infeksi virus Nipah sering menyerupai penyakit ringan seperti flu. Penderitanya dapat mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, rasa lelah, dan tidak enak badan. Karena keluhannya bersifat umum, banyak kasus terlambat terdeteksi sehingga risiko penularan semakin besar sebelum diagnosis dilakukan.

4. Menyerang Otak dan Sistem Saraf

Salah satu dampak paling serius dari virus Nipah yaitu terjadinya ensefalitis atau peradangan otak. Kondisi ini dapat memicu kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma, dan sering menjadi penyebab utama kematian. Bahkan pada pasien yang selamat, gangguan saraf jangka panjang seperti kejang berulang dan perubahan perilaku masih dapat terjadi.

5. Memiliki Banyak Jalur Penularan

Virus Nipah dapat menyebar tidak hanya dari hewan ke manusia, tetapi juga antarmanusia. Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan yang tercemar air liur atau kotoran hewan pembawa virus, serta paparan cairan tubuh penderita. Beragamnya jalur penularan ini membuat pengendalian virus menjadi lebih sulit.

6. Memicu wabah lintas negara

Kemampuan virus Nipah untuk menular antarmanusia, ditambah gejala awal yang tidak khas, menjadikannya berpotensi menyebar ke berbagai wilayah bahkan lintas negara. Inilah alasan WHO menetapkan virus Nipah sebagai patogen prioritas global yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

Gejala Virus Nipah

Mengacu pada dokumen Direktorat Pelayanan Kesehatan (DHS) Kerala, tanda-tanda infeksi virus Nipah dapat mulai muncul dalam rentang waktu 4–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Seseorang yang terinfeksi penyakit ini umumnya akan mengalami sejumlah gejala berikut:

• Batuk

• Radang tenggorokan

• Demam

• Sakit kepala

• Sulit bernapas

• Mual

Pada kasus yang tergolong berat, seiring berjalannya waktu virus Nipah dapat menyerang sistem saraf pusat dan memicu pembengkakan pada otak atau ensefalitis. Pada fase ini, penting untuk mengetahui sejumlah gejala berikut:

• Kejang

• Koma

• Kebingungan dan disorientasi

• Pembengkakan otak (ensefalitis)

Alasan kenapa virus Nipah ditakuti, karena memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, belum tersedia vaksin maupun obat khusus, serta mampu menular melalui berbagai jalur, termasuk antarmanusia. Gejala awal yang sulit diketahui dan kemampuannya menyerang otak, serta sistem saraf membuat infeksi ini semakin berbahaya.

Dengan potensi penyebaran lintas wilayah hingga lintas negara, virus Nipah menjadi ancaman kesehatan global yang harus diwaspadai dan dikendalikan sejak dini.

Post Views: 328
Tags: Ancaman kematianBelum Ditemukan VaksinBerbahayaDitakutipenularan tinggiVirus Nipah
ShareSendShare
Ratih

Ratih

Baca Juga

AS Kembali Serang Iran
HEADLINE

AS Kembali Serang Iran

11 Juni 2026
Gawat! Panitia Piala AFF U-19 Belum Bayar Pajak Tiket, DPRD Minta Pemkab Segera Tagih
HEADLINE

Gawat! Panitia Piala AFF U-19 Belum Bayar Pajak Tiket, DPRD Minta Pemkab Segera Tagih

10 Juni 2026
Motor Penonton Timnas U-19 Raib di Parkiran, Stadion Utama Sumut Tak Aman Lagi
HEADLINE

Motor Penonton Timnas U-19 Raib di Parkiran, Stadion Utama Sumut Tak Aman Lagi

9 Juni 2026
Video Cut Salwa Viral, Adegan Syur di Atas Wastafel Bikin Merinding
HEADLINE

Video Cut Salwa Viral, Adegan Syur di Atas Wastafel Bikin Merinding

9 Juni 2026
Tokoh Sepakbola Singgung Gubernur Sumut dan Suporter Bawa Aura Positif bagi Timnas Indonesia U-19
HEADLINE

Tokoh Sepakbola Singgung Gubernur Sumut dan Suporter Bawa Aura Positif bagi Timnas Indonesia U-19

9 Juni 2026
Sah! Shin Tae Yong Latih Persija Jakarta
HEADLINE

Sah! Shin Tae Yong Latih Persija Jakarta

8 Juni 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In