• Latest
  • Trending
  • All
Virus Nipah Alarm Untuk Dunia: Belum Miliki Vaksin dan Cukup Berbahaya

Ini Alasan Kenapa Virus Nipah Berbahaya dan Ditakuti      

1 Februari 2026
ADVERTISEMENT
Bapenda dan Kantah Kota Medan Teken PKS Integrasi Data: Kota Pertama di Sumatra

Bapenda dan Kantah Kota Medan Teken PKS Integrasi Data: Kota Pertama di Sumatra

15 September 2026
Perjuangan Ibu 2 Anak Mencari Keadilan, Dari Polda Sampai Pengadilan Tinggi

Perjuangan Ibu 2 Anak Mencari Keadilan, Dari Polda Sampai Pengadilan Tinggi

15 September 2026
Rutan Kabanjahe dan Kejari Karo Perkuat Sinergitas Antar-APH

Rutan Kabanjahe dan Kejari Karo Perkuat Sinergitas Antar-APH

15 September 2026
Pemko Medan Percepat Sertifikasi 200 Aset, Sinkronisasi Data Pertanahan dengan BPN

Pemko Medan Percepat Sertifikasi 200 Aset, Sinkronisasi Data Pertanahan dengan BPN

15 September 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026

15 September 2026
Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 7,16 T, Rico Waas Fokus Optimalkan 17 Program Prioritas

15 September 2026
KUR Fiktif BRI Unit Imam Bonjol Kisaran: Saksi Sebut Dana Digunakan Terdakwa Bambang

KUR Fiktif BRI Unit Imam Bonjol Kisaran: Saksi Sebut Dana Digunakan Terdakwa Bambang

14 September 2026
Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan

Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan

14 September 2026
Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

14 September 2026
Polresta Deli Serdang Amankan Agen TPPO Tujuan Myanmar di Bandara Kualanamu

Polresta Deli Serdang Amankan Agen TPPO Tujuan Myanmar di Bandara Kualanamu

14 September 2026
Dugaan Setoran Bandar Sabu, Polres Langkat Lakukan Penelusuran

Dugaan Setoran Bandar Sabu, Polres Langkat Lakukan Penelusuran

14 September 2026
Kasus Dhody Thahir Disorot PERADI Medan: Ingatkan Bahaya Pidanakan Surat Advokat

Kasus Dhody Thahir Disorot PERADI Medan: Ingatkan Bahaya Pidanakan Surat Advokat

14 September 2026
Selasa, September 15, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • NUSANTARA
  • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • NUSANTARA
  • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ini Alasan Kenapa Virus Nipah Berbahaya dan Ditakuti      

by Ratih
1 Februari 2026
in HEADLINE, LIFESTYLE
Virus Nipah Alarm Untuk Dunia: Belum Miliki Vaksin dan Cukup Berbahaya

Ilustrasi Virus Nipah menjadi alarm untuk dunia. [Int]

FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Virus Nipah kembali menarik perhatian global karena dianggap sebagai salah satu patogen paling berbahaya saat ini.

Hal ini tidak terlepas dari karakteristiknya yang memiliki tingkat kematian tinggi, kemampuan penularan yang cepat, serta tidak ada vaksin maupun obat khusus untuk penanganannya.

Baca Juga

Haornas ke-43, Bobby Nasution Berikan Tali Asih untuk Atlet Legendaris Sumut

Sempat Berjuang Lawan Kanker, Penyanyi Kanaya Whu Meninggal Dunia 

Kangen Band Mendadak Bubar, Andika Kebingungan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah memasukkan virus Nipah ke dalam daftar patogen berisiko tinggi yang berpotensi memicu wabah lintas negara.

Virus Nipah tergolong penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan juga menyebar antarmanusia.

Virus ini menjadi sorotan karena memiliki jalur penularan yang beragam dan berisiko tinggi.

Manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan kelelawar, hewan lain yang terinfeksi, maupun mengonsumsi makanan yang tercemar air liur atau kotoran kelelawar.

Selain penularan dari hewan, kasus penyebaran virus Nipah dari manusia ke manusia juga telah dilaporkan. Interaksi erat dengan cairan tubuh penderita menjadi salah satu jalur penularan yang perlu diwaspadai.

Kenapa Virus Nipah Ditakuti?

Kekhawatiran dunia kembali meningkat seiring ditemukannya kasus terbaru di India.

Meski jumlah kasus yang terkonfirmasi masih relatif sedikit, otoritas setempat langsung menerapkan langkah karantina massal dan pengawasan ketat. Berikut beberapa alasan kenapa virus Nipah ditakuti:

1. Angka Kematian Tinggi

Virus Nipah diketahui memiliki tingkat fatalitas yang sangat besar. Berdasarkan sejumlah wabah yang pernah terjadi, tingkat kematian yang dilaporkan mencapai sekitar 40–75 persen. Artinya, hampir setengah hingga sebagian besar orang berisiko meninggal, jauh melampaui banyak penyakit menular lainnya.

2. Belum Tersedia Vaksin dan Terapi Khusus

Hingga kini, belum ada vaksin maupun obat antivirus yang secara khusus ditujukan untuk melawan virus Nipah.

Penanganan medis masih terbatas pada perawatan suportif, yaitu mengurangi gejala dan menjaga kondisi pasien tetap stabil. Kondisi ini membuat infeksi Nipah menjadi semakin berbahaya karena belum ada pengobatan yang dapat langsung menghentikan virus.

3. Gejala Awal Sulit Dibedakan

Pada fase awal, infeksi virus Nipah sering menyerupai penyakit ringan seperti flu. Penderitanya dapat mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, rasa lelah, dan tidak enak badan. Karena keluhannya bersifat umum, banyak kasus terlambat terdeteksi sehingga risiko penularan semakin besar sebelum diagnosis dilakukan.

4. Menyerang Otak dan Sistem Saraf

Salah satu dampak paling serius dari virus Nipah yaitu terjadinya ensefalitis atau peradangan otak. Kondisi ini dapat memicu kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma, dan sering menjadi penyebab utama kematian. Bahkan pada pasien yang selamat, gangguan saraf jangka panjang seperti kejang berulang dan perubahan perilaku masih dapat terjadi.

5. Memiliki Banyak Jalur Penularan

Virus Nipah dapat menyebar tidak hanya dari hewan ke manusia, tetapi juga antarmanusia. Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan yang tercemar air liur atau kotoran hewan pembawa virus, serta paparan cairan tubuh penderita. Beragamnya jalur penularan ini membuat pengendalian virus menjadi lebih sulit.

6. Memicu wabah lintas negara

Kemampuan virus Nipah untuk menular antarmanusia, ditambah gejala awal yang tidak khas, menjadikannya berpotensi menyebar ke berbagai wilayah bahkan lintas negara. Inilah alasan WHO menetapkan virus Nipah sebagai patogen prioritas global yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

Gejala Virus Nipah

Mengacu pada dokumen Direktorat Pelayanan Kesehatan (DHS) Kerala, tanda-tanda infeksi virus Nipah dapat mulai muncul dalam rentang waktu 4–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Seseorang yang terinfeksi penyakit ini umumnya akan mengalami sejumlah gejala berikut:

• Batuk

• Radang tenggorokan

• Demam

• Sakit kepala

• Sulit bernapas

• Mual

Pada kasus yang tergolong berat, seiring berjalannya waktu virus Nipah dapat menyerang sistem saraf pusat dan memicu pembengkakan pada otak atau ensefalitis. Pada fase ini, penting untuk mengetahui sejumlah gejala berikut:

• Kejang

• Koma

• Kebingungan dan disorientasi

• Pembengkakan otak (ensefalitis)

Alasan kenapa virus Nipah ditakuti, karena memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, belum tersedia vaksin maupun obat khusus, serta mampu menular melalui berbagai jalur, termasuk antarmanusia. Gejala awal yang sulit diketahui dan kemampuannya menyerang otak, serta sistem saraf membuat infeksi ini semakin berbahaya.

Dengan potensi penyebaran lintas wilayah hingga lintas negara, virus Nipah menjadi ancaman kesehatan global yang harus diwaspadai dan dikendalikan sejak dini.

Post Views: 366
Tags: Ancaman kematianBelum Ditemukan VaksinBerbahayaDitakutipenularan tinggiVirus Nipah
ShareSendShare
Ratih

Ratih

Baca Juga

Haornas ke-43, Bobby Nasution Berikan Tali Asih untuk Atlet Legendaris Sumut
HEADLINE

Haornas ke-43, Bobby Nasution Berikan Tali Asih untuk Atlet Legendaris Sumut

14 September 2026
Sempat Berjuang Lawan Kanker, Penyanyi Kanaya Whu Meninggal Dunia 
HEADLINE

Sempat Berjuang Lawan Kanker, Penyanyi Kanaya Whu Meninggal Dunia 

14 September 2026
Kangen Band Mendadak Bubar, Andika Kebingungan
HEADLINE

Kangen Band Mendadak Bubar, Andika Kebingungan

14 September 2026
Marnia Masuk Pasar Medan, Bawa Komitmen Salurkan 30 Persen Keuntungan untuk Anak Autis dan Kanker
LIFESTYLE

Marnia Masuk Pasar Medan, Bawa Komitmen Salurkan 30 Persen Keuntungan untuk Anak Autis dan Kanker

13 September 2026
PSMS Medan Bawa Pulang 1 Poin dari Jakabaring: Sia-siakan Keunggulan 2 Gol
HEADLINE

PSMS Medan Bawa Pulang 1 Poin dari Jakabaring: Sia-siakan Keunggulan 2 Gol

13 September 2026
Tanpa Sekat, Kapolrestabes Medan Dengarkan ‘Curhat Warga’ di Mapolsek Helvetia
HEADLINE

Tanpa Sekat, Kapolrestabes Medan Dengarkan ‘Curhat Warga’ di Mapolsek Helvetia

12 September 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • NUSANTARA
  • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In