• Latest
  • Trending
  • All
Virus Nipah Alarm Untuk Dunia: Belum Miliki Vaksin dan Cukup Berbahaya

Ini Alasan Kenapa Virus Nipah Berbahaya dan Ditakuti      

1 Februari 2026
Hadiri Haul Ke-18 Gerindra, Bupati Langkat Tegaskan Dukungan Penuh Program Presiden Prabowo

Hadiri Haul Ke-18 Gerindra, Bupati Langkat Tegaskan Dukungan Penuh Program Presiden Prabowo

4 Februari 2026
Bupati Langkat Hormati Putusan Kasasi MA, Pemkab Tunggu Salinan Resmi dan Tempuh Proses Sesuai Ketentuan

Bupati Langkat Hormati Putusan Kasasi MA, Pemkab Tunggu Salinan Resmi dan Tempuh Proses Sesuai Ketentuan

4 Februari 2026
Ketua TP PKK Langkat Dukung Ratu Morayya di Ajang Puteri Pelajar Riau 2026

Ketua TP PKK Langkat Dukung Ratu Morayya di Ajang Puteri Pelajar Riau 2026

4 Februari 2026
Pemkab Karo Tertibkan Kawasan Laudah, Pekerja Tani Dialihkan Ke Lapangan RPH

Pemkab Karo Tertibkan Kawasan Laudah, Pekerja Tani Dialihkan Ke Lapangan RPH

4 Februari 2026
Kasdam I/BB Pimpin Sidang Parade Penerimaan Caba PK TNI AD Gelombang I TA 2026

Kasdam I/BB Pimpin Sidang Parade Penerimaan Caba PK TNI AD Gelombang I TA 2026

4 Februari 2026
Polsek Kutalimbaru Tindaklanjuti Dumas Dugaan Judi Mesin Ikan, Hasil Pengecekan Nihil

Polsek Kutalimbaru Tindaklanjuti Dumas Dugaan Judi Mesin Ikan, Hasil Pengecekan Nihil

4 Februari 2026
Brimob Sumut Bersihkan Sungai di Medan

Brimob Sumut Bersihkan Sungai di Medan

4 Februari 2026
Pelaku Pencurian Rumah di Tanjung Anom Ditangkap, Hasil Curian Dijual untuk Narkoba dan Judi Online

Pelaku Pencurian Rumah di Tanjung Anom Ditangkap, Hasil Curian Dijual untuk Narkoba dan Judi Online

4 Februari 2026
Dalam Rangka Bulan K3 Nasional Tahun 2026, PT PLN Indonesia Power Gelar Donor Darah di PLTU Pangkalan Susu

Dalam Rangka Bulan K3 Nasional Tahun 2026, PT PLN Indonesia Power Gelar Donor Darah di PLTU Pangkalan Susu

4 Februari 2026
Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat

4 Februari 2026
Pemkab Karo Klarifikasi Isu Retribusi dan Status KRB Gunung Sinabung di Objek Wisata Danau Lau Kawar

Pemkab Karo Klarifikasi Isu Retribusi dan Status KRB Gunung Sinabung di Objek Wisata Danau Lau Kawar

4 Februari 2026
Trauma Sunyi Pendamping Korban Kekerasan, ASB Dorong Pemulihan Lewat Puisi

Trauma Sunyi Pendamping Korban Kekerasan, ASB Dorong Pemulihan Lewat Puisi

4 Februari 2026
Kamis, Februari 5, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ini Alasan Kenapa Virus Nipah Berbahaya dan Ditakuti      

by Ratih
1 Februari 2026
in HEADLINE, LIFESTYLE
Virus Nipah Alarm Untuk Dunia: Belum Miliki Vaksin dan Cukup Berbahaya

Ilustrasi Virus Nipah menjadi alarm untuk dunia. [Int]

FacebookWhatsappTelegram

MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Virus Nipah kembali menarik perhatian global karena dianggap sebagai salah satu patogen paling berbahaya saat ini.

Hal ini tidak terlepas dari karakteristiknya yang memiliki tingkat kematian tinggi, kemampuan penularan yang cepat, serta tidak ada vaksin maupun obat khusus untuk penanganannya.

Baca Juga

Video Cukur Kumis Durasi Panjang Diburu Warganet: Ada Adegan Buka Hoodie dan Polos

Torehkan Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Lolos Semifinal: Ditunggu Jepang 

Pilu, Siswa SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Isi Suratnya Bikin Haru

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah memasukkan virus Nipah ke dalam daftar patogen berisiko tinggi yang berpotensi memicu wabah lintas negara.

Virus Nipah tergolong penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan juga menyebar antarmanusia.

Virus ini menjadi sorotan karena memiliki jalur penularan yang beragam dan berisiko tinggi.

Manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan kelelawar, hewan lain yang terinfeksi, maupun mengonsumsi makanan yang tercemar air liur atau kotoran kelelawar.

Selain penularan dari hewan, kasus penyebaran virus Nipah dari manusia ke manusia juga telah dilaporkan. Interaksi erat dengan cairan tubuh penderita menjadi salah satu jalur penularan yang perlu diwaspadai.

Kenapa Virus Nipah Ditakuti?

Kekhawatiran dunia kembali meningkat seiring ditemukannya kasus terbaru di India.

Meski jumlah kasus yang terkonfirmasi masih relatif sedikit, otoritas setempat langsung menerapkan langkah karantina massal dan pengawasan ketat. Berikut beberapa alasan kenapa virus Nipah ditakuti:

1. Angka Kematian Tinggi

Virus Nipah diketahui memiliki tingkat fatalitas yang sangat besar. Berdasarkan sejumlah wabah yang pernah terjadi, tingkat kematian yang dilaporkan mencapai sekitar 40–75 persen. Artinya, hampir setengah hingga sebagian besar orang berisiko meninggal, jauh melampaui banyak penyakit menular lainnya.

2. Belum Tersedia Vaksin dan Terapi Khusus

Hingga kini, belum ada vaksin maupun obat antivirus yang secara khusus ditujukan untuk melawan virus Nipah.

Penanganan medis masih terbatas pada perawatan suportif, yaitu mengurangi gejala dan menjaga kondisi pasien tetap stabil. Kondisi ini membuat infeksi Nipah menjadi semakin berbahaya karena belum ada pengobatan yang dapat langsung menghentikan virus.

3. Gejala Awal Sulit Dibedakan

Pada fase awal, infeksi virus Nipah sering menyerupai penyakit ringan seperti flu. Penderitanya dapat mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, rasa lelah, dan tidak enak badan. Karena keluhannya bersifat umum, banyak kasus terlambat terdeteksi sehingga risiko penularan semakin besar sebelum diagnosis dilakukan.

4. Menyerang Otak dan Sistem Saraf

Salah satu dampak paling serius dari virus Nipah yaitu terjadinya ensefalitis atau peradangan otak. Kondisi ini dapat memicu kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma, dan sering menjadi penyebab utama kematian. Bahkan pada pasien yang selamat, gangguan saraf jangka panjang seperti kejang berulang dan perubahan perilaku masih dapat terjadi.

5. Memiliki Banyak Jalur Penularan

Virus Nipah dapat menyebar tidak hanya dari hewan ke manusia, tetapi juga antarmanusia. Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan yang tercemar air liur atau kotoran hewan pembawa virus, serta paparan cairan tubuh penderita. Beragamnya jalur penularan ini membuat pengendalian virus menjadi lebih sulit.

6. Memicu wabah lintas negara

Kemampuan virus Nipah untuk menular antarmanusia, ditambah gejala awal yang tidak khas, menjadikannya berpotensi menyebar ke berbagai wilayah bahkan lintas negara. Inilah alasan WHO menetapkan virus Nipah sebagai patogen prioritas global yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

Gejala Virus Nipah

Mengacu pada dokumen Direktorat Pelayanan Kesehatan (DHS) Kerala, tanda-tanda infeksi virus Nipah dapat mulai muncul dalam rentang waktu 4–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Seseorang yang terinfeksi penyakit ini umumnya akan mengalami sejumlah gejala berikut:

• Batuk

• Radang tenggorokan

• Demam

• Sakit kepala

• Sulit bernapas

• Mual

Pada kasus yang tergolong berat, seiring berjalannya waktu virus Nipah dapat menyerang sistem saraf pusat dan memicu pembengkakan pada otak atau ensefalitis. Pada fase ini, penting untuk mengetahui sejumlah gejala berikut:

• Kejang

• Koma

• Kebingungan dan disorientasi

• Pembengkakan otak (ensefalitis)

Alasan kenapa virus Nipah ditakuti, karena memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, belum tersedia vaksin maupun obat khusus, serta mampu menular melalui berbagai jalur, termasuk antarmanusia. Gejala awal yang sulit diketahui dan kemampuannya menyerang otak, serta sistem saraf membuat infeksi ini semakin berbahaya.

Dengan potensi penyebaran lintas wilayah hingga lintas negara, virus Nipah menjadi ancaman kesehatan global yang harus diwaspadai dan dikendalikan sejak dini.

Post Views: 191
Tags: Ancaman kematianBelum Ditemukan VaksinBerbahayaDitakutipenularan tinggiVirus Nipah
ShareSendShare
Ratih

Ratih

Baca Juga

Video Cukur Kumis Durasi Panjang Diburu Warganet: Ada Adegan Buka Hoodie dan Polos
HEADLINE

Video Cukur Kumis Durasi Panjang Diburu Warganet: Ada Adegan Buka Hoodie dan Polos

4 Februari 2026
Torehkan Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Lolos Semifinal: Ditunggu Jepang 
HEADLINE

Torehkan Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Lolos Semifinal: Ditunggu Jepang 

4 Februari 2026
Pilu, Siswa SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Isi Suratnya Bikin Haru
HEADLINE

Pilu, Siswa SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Isi Suratnya Bikin Haru

4 Februari 2026
AS dan Iran Buka Jalur Diplomasi
HEADLINE

AS dan Iran Buka Jalur Diplomasi

3 Februari 2026
Kode Redeem ML Terbaru 20 Desember 2025: Isi Libur Panjangmu dengan Pengalaman Bermain yang Seru
HEADLINE

Kode Redeem ML 3 Februari 2026 Telah Rilis, Segera Rebut Item Gratisnya!

3 Februari 2026
Tempati Posisi 6 Daftar Klasemen: Intip Lawan Kandang dan Tandang PSMS di Putaran Ketiga
HEADLINE

Tempati Posisi 6 Daftar Klasemen: Intip Lawan Kandang dan Tandang PSMS di Putaran Ketiga

3 Februari 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • LIFESTYLE
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • NASIONAL
    • NUSANTARA
    • SEREMONI
  • INTERNASIONAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In