MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Protes terhadap kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Waas menggema. Aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) menginisiasi “Gerakan 1000 Spanduk” yang mengepung kota Medan.
Spanduk protes tersebut tersebar di berbagai sudut strategis di jalanan Kota Medan, sejak Jumat (20/02/2026).
Gerakan ini merupakan bentuk protes terbuka dari gabungan organisasi mahasiswa kelompok Cipayung Plus terhadap kinerja pemerintah kota yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi publik.
Tagar WALKOTPOMADEOUT pun menghiasi spanduk sebagai narasi kekecewaaan.
Pantauan di sejumlah titik, spanduk dengan latar merah-hitam yang mencolok membawa pesan “MENGGUGAT! RICO WAAS MUNDUR! #WALKOTPOMADEOUT”
Tagar tersebut kini menjadi simbol gerakan mahasiswa untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka di ruang publik maupun digital.
Selain mendesak Wali Kota untuk meletakkan jabatan, spanduk tersebut juga secara spesifik menyoroti sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemko Medan, termasuk Sekda Kota Medan, Kadis Perkim, Kasatpol PP dan Kadispenda.
Dalam narasi yang tertulis di spanduk, Aliansi Cipayung Plus Sumut menegaskan bahwa rezim kepemimpinan saat ini dianggap “Kaya Kontroversi Minim Prestasi”.
Mereka menuntut agar para pejabat yang disebutkan tidak hanya mundur, tetapi juga diproses secara hukum melalui kalimat “Mundur & Adili Sampai Tuntas!”.
Salah seorang aktivis dari aliansi tersebut menyatakan bahwa “Gerakan 1000 Spanduk” ini bukanlah akhir.
Mereka mengklaim spanduk-spanduk ini akan terus bertambah hingga aspirasi mereka didengarkan dan ada perubahan nyata di Balai Kota.
Kehadiran spanduk-spanduk yang terpasang di tiang listrik hingga pagar pembatas jalan ini menarik perhatian besar dari pengguna jalan.
Publik menilai aksi ini sebagai sinyal kuat adanya ketidakharmonisan antara kaum intelektual muda dengan kebijakan Pemerintah Kota Medan saat ini.
Hingga kini, pihak Pemerintah Kota Medan maupun Wali Kota Rico Waas belum memberikan tanggapan resmi terkait gerakan masif yang dilakukan oleh Aliansi Cipayung Plus Sumut tersebut. (*)



























