SAMOSIR (HARIANSTAR.COM) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Wilayah I Medan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir melalui Dinas Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir menggelar Sekolah Lapang Iklim yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Samosir, Sabtu (19/8/2023) di Pangururan.
Peserta sebanyak 40 orang terdiri dari 9 orang Penyuluh Pertanian, 1 orang pengamat curah hujan, 2 orang Kepala UPTD, 27 orang Petani dan 1 orang POPT.
Sekolah Lapang Iklim (SLI) sebagai bentuk pendekatan dengan memberdayakan petani dan penyuluh untuk memahami, memanfaatkan informasi iklim secara efektif dalam mendukung sektor pertanian.
Bupati Samosir melalui Assisten III Waston Simbolon menyampaikan, kegiatan SLI ini, peserta dibekali materi tentang produktivitas tanaman pertanian di Samosir. Dengan Kondisi Geografis Samosir yaitu luas wilayah 235.263 Ha terdiri dari daratan dan lautan, melalui program unggul Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir yaitu Pangula Nature diharapkan perubahan yang lebih baik menuju Samosir yang “Better Farming, Better Living, dan Better Bussiness”.
Selanjutnya Kadis Ketahanan Pangan Pertanian Tumiur Gultom menjelaskan, dalam SLI ini peserta dibekali dengan pemahaman akibat pengaruh perubahan iklim terhadap serangan hama serta pengenalan cuaca.
Secara langsung iklim mempengaruhi bioekologi dari serangga hama seperti perubahan iklim yang menyebabkan terganggunya proses perkembangbiakan serangga. Perubahan iklim ditandai dengan fenomena banjir, kekeringan, perubahan pola cuaca dan fluktuasi suhu dan kelembaban udara.
Juga, pemahaman informasi dan diseminasi iklim BMKG. Materi ini bertujuan untuk menyebarkan hasil penelitian ilmiah dari BMKG untuk disebarkan ke masyarakat umum baik secara langsung maupun berbasis digital. Diseminasi iklim BMKG menjadi strategi yang baik untuk penyebaran informasi beserta strategi dan tahapannya.
Berharap, melalui pembelajaran yang diperoleh dari kegiatan SLI ini, para petani dan penyuluh dapat berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang ada di Samosir menjadi Maju, Mandiri dan Modern. (JB Rumapea)



























