MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara memperkuat sirkulasi uang logam di masyarakat melalui program ULOS PATEN (Uang Logam Sumatera Utara Pilah, Hitung, dan Edarkan).
Program tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama ULOS PATEN di Medan, Jumat (7/8/2026). Inisiatif ini menjadi salah satu upaya BI dalam memperkuat resirkulasi uang logam sekaligus memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di masyarakat.
Deputi Kepala Divisi Pengelolaan Uang Rupiah BI Sumut, Hendra Wangsa, mengatakan Bank Indonesia memiliki peran dalam menjaga kelancaran dan stabilitas sistem pembayaran, termasuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar melalui sinergi dengan perbankan.
“Dalam rangka mengoptimalkan resirkulasi uang logam, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menginisiasi ULOS PATEN, yaitu Uang Logam Sumatera Utara Pilah, Hitung, dan Edarkan,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, ULOS PATEN merupakan inovasi pengelolaan uang logam melalui proses pemilahan, penghitungan, dan pengedaran kembali. Program ini bertujuan mempertemukan kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) uang logam di Sumatera Utara.
Implementasi program tersebut juga menyasar satuan pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Selain mendorong sirkulasi uang logam, program ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Sebagai bentuk implementasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai nilai uang logam yang dimiliki, ULOS PATEN juga akan hadir dalam kegiatan Car Free Day di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (9/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat berpartisipasi dengan menyumbangkan uang logam minimal Rp10.000 dan mendapatkan hadiah menarik. Selanjutnya, uang logam yang terkumpul akan disalurkan kepada Masjid Baitul Ikhsan.
“Kecil nominalnya, besar maknanya,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut untuk mengajak masyarakat tidak menganggap remeh uang logam, meskipun memiliki nominal kecil.
Ke depan, program ULOS PATEN akan terus dikembangkan melalui kanal koordinasi berbasis web untuk mendukung proses pelaporan serta pemantauan ketersediaan dan kebutuhan uang logam di Sumatera Utara.
Cakupan pengumpulan uang logam juga akan diperluas ke berbagai tempat, termasuk rumah ibadah, koperasi, serta mitra potensial lainnya. Di sisi lain, keterlibatan perbankan akan terus diperkuat untuk mengoptimalkan penyerapan apabila terjadi kelebihan pasokan uang logam.
Melalui ULOS PATEN, KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendorong terbentuknya ekosistem sirkulasi uang logam yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu menjaga ketersediaan uang logam layak edar, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. (RED)




















