LANGKAT (HARIANSTAR.COM) – Warga Dusun Simpang Dua Desa Sei Musam,Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, menagih janji pemerintah Kabupaten Langkat dan pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait dengan pembangunan tujuh jembatan yang menuju daerah wisata Tangkahan yang kini dalam keadaan rusak berat.
Sampai saat ini belum ada perbaikan dari pemerintah Kabupaten Langkat maupun pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Selasa (25/8/2026).
Pantauan awak media, seorang warga Mini Br Sinulaki pada akun media sosial Facebook @Mini Bumi Sinulaki dengan menitikkan air mata memohon kepada pemerintah Kabupaten Langkat dan pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera memperbaiki jembatan tersebut.
“Kami warga Dusun Simpang Dua Desa Sei Musam Kecamatan Batang Serangan memohon kepada pemerintah Kabupaten Langkat dan Provinsi Sumatera Utara untuk perbaikan jembatan,” katanya.
Kini jembatan tersebut terjadi kecelakaan satu unit mobil Colt disel pengangkut buah tandan kelapa sawit yang terjatuh ke sungai saat melintas jembatan tersebut. Beruntung dalam kejadian itu tidak ada menelan korban jiwa. Apakah harus terjadi korban jiwa,baru jembatan tersebut diperbaiki ?…” Cetus Mini Br Sinulaki.
“Jembatan awalnya bagus, namun di rusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, merobohkan jembatan yang masih bagus dengan dijanjikan akan dibangun jembatan yang baru, sehingga dibuat jembatan sementara untuk warga melintasi jalan tersebut yang terbuat dari kayu batang kelapa,” ujarnya.
Namun dalam kondisi jembatan yang terbuat dari kayu batang kelapa, warga semangkin mengalami kesulitan untuk melintas jembatan tersebut
Ditambahkan warga lainnya Rahim Ndala mengatakan, jembatan tersebut sudah sempat dibangun pada kisaran tahun 2024-2025, namun diduga mangkrak.
“Berkisar tahun 2024-2025 ada tujuh jembatan yang sudah sempat dibangun. Namun diduga pekerjaan itu tak terselesaikan alias mangkrak.Kita tidak tahu apa penyebabnya, ” sebutnya
Menurutnya, Gubernur Sumatera Utara pada kisaran September 2025 sudah meninjau lokasi jembatan tersebut dan berjanji akan segera meneruskan pembangunan infrastruktur jembatan tersebut,” kata warga.
Terkait satu unit mobil Coldisel pengangkut buah tandan kelapa sawit yang jatuh ke sungai pada saat melintas jembatan tersebut, Rahim Ndala mengatakan,peristiwa tersebut terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 10.00 Wib.
“Kami warga Desa Sei Musam Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat berharap agar pemerintah Kabupaten Langkat dan pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menepati janjinya kepada warga sekitar untuk perbaikan jembatan tersebut,” harapnya.
Perlu diketahui Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kembali pembagunan tujuh jembatan di Desa Sei Musam dan Kwala Musam Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat.
Proyek ini sebelumnya merupakan bagian dari proyek multi years senilai Rp2,7 triliun yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2023, namun gagal dikerjakan.
Bobby menjelaskan,pembangunan jembatan yang direncanakan pada tahun 2026 akan menggunakan skema Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) yang dialihkan ke Pemerintah Kabupaten Langkat sebagai pelaksana pembangunan.
“Finansial pembangunan tetap dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, namun pembangunan itu nantinya Pemkab Langkat. Ini kita minta perencanaan dari Kabupaten,karena kalau dari Provinsi prosesnya agak sedikit panjang,karena sudah pernah dikerjakan Provinsi tapi gagal,” ujar Bobby saat meninjau lokasi jembatan pada Sabtu (27/9/2025) tahun lalu.
Ketujuh jembatan ini menjadi penghubung vital dua destinasi wisata unggulan Sumatera Utara di Kabupaten Langkat yakni Kecamatan Bahorok dengan Bukit Lawang, serta Kecamatan Tangkahan dengan kawasan ekowisata dan konservasi gajah. Pada 2023 Pemprov Sumut juga membangun jalan penghubung dua kecamatan tersebut untuk mendukung pengembangan pariwisata lokal.
Bobby memperkirakan biaya pembangunan tujuh jembatan ini mencapai sekitar Rp78 miliar. Ia berharap proyek ini membawa manfaat besar bagi masyarakat,pelaku usaha serta meningkatkan konektivitas pariwisata antara Bahorok dan Tangkahan.
Tiorita Br Surbakti saat menjabat Wakil Bupati Langkat yang mendampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat meninjau lokasi jembatan, menyambut baik inisiatif ini dan memastikan Pemkab Langkat segera menyusun perencanaan pembangunan jembatan dapat terealisasi pada tahun 2026.
“Pemkab Langkat menyambut baik inisiatif ini dan Pemkab Langkat segera menyusun perencanaan pembangunan, pembangunan jembatan dapat terealisasi pada tahun 2026,” ujar Tiorita Br Surbakti. (Rudi)




















