MEDAN (HARIANSTAR.COM)- Aksi super keren diperagakan seorang pria berkostum Spiderman yang nekat memukul aktivis sayap kanan dan juga pembakar Alquran, Jake Lang.
Adegan pemukulan itu berlangsung saat bentrokan terjadi dalam aksi di depan Balai Kota Minneapolis, Amerika Serikat, Sabtu, 22 Agustus 2026 lalu.
Pria tersebut melompat ke bagian belakang truk pikap Lang dan melancarkan beberapa pukulan.
Lang terlihat melindungi diri sambil berusaha menangkis pukulan-pukulan tersebut.
Pria Spiderman tersebut kemudian ditarik menjauh oleh orang-orang di sekitar lokasi. Hingga kini, identitas pria berkostum Spiderman itu belum dikonfirmasi.
Aksi tersebut berlangsung ketika Lang menggelar demonstrasi yang disebut sebagai aksi kebebasan berbicara.
Lang, yang dikenal dengan aktivitas dan retorika anti-Muslim serta provokatifnya, datang bersama sejumlah pendukung menggunakan dua kendaraan.
Bentrokan pecah setelah kedua kendaraan tersebut melaju ke trotoar di depan Balai Kota menuju kerumunan demonstran tandingan.
Polisi Minneapolis mengatakan zat iritan kimia yang diyakini sebagai semprotan merica digunakan oleh pihak-pihak dari kedua kelompok.
Video dari lokasi memperlihatkan demonstran tandingan mengepung kendaraan Lang.
Sejumlah benda juga dilempar ke arah kelompok tersebut ketika polisi berusaha memisahkan kedua pihak dan mengeluarkan kendaraan dari lokasi.
Tiga petugas mengalami luka ringan dan satu di antaranya sempat dirawat di rumah sakit.
*Jake Lang dan Enam Pendukung Ditangkap
Polisi Minneapolis kemudian menangkap Lang dan enam orang yang berada dalam dua kendaraan tersebut atas dugaan kuat terlibat kerusuhan.
Kedua kendaraan dihentikan setelah meninggalkan lokasi aksi, masing-masing di sekitar Washington Avenue dan Interstate 35W serta dekat Mall of America.
Lang, 31, ditahan di Penjara Hennepin County tanpa jaminan. Salah satu pendukung yang turut ditangkap adalah aktivis sayap kanan Jayden Scott, 23, dari Michigan.
Selain tujuh orang dari kelompok Lang, polisi menangkap empat orang lain di sekitar Balai Kota atas dugaan pelanggaran berbeda, termasuk kerusuhan, penyerangan, mengganggu ketertiban umum, dan menghalangi petugas. Total terdapat 11 penangkapan terkait bentrokan tersebut.
Polisi mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan kemungkinan adanya dakwaan tambahan masih terbuka berdasarkan bukti yang dikumpulkan. (*)




















