MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menuturkan,Pasar kembali dikejutkan sengan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) pada perdagangan awal pekan ini.
Selain pengunduran diri Gubernur BI, sentimen regional khususnya dari geopolitik di kawasan timur tengah mereda belakangan ini. Harga minyak mentah (Brent) yang sebelumnya sempat ditransaksikan dikisaran harga $100.81 per barel, pagi ini ditransaksikan lebih rendah dikisaran $92.7 per barelnya, ujarnya Senin (27/07).
Ditambahkan, Penurunan harga minyak mentah terjadi setelah AS menunda untuk melakukan serangan lanjutan ke Iran. Ketegangan di kawasan timur tengah langsung mereda dan melemahkan tekanan di pasar keuangan.
Pada sesi pedagangan pembukaan pagi awal pekan ini, kinerja mata uang Rupiah ditransaksikan melemah ke level 17.915 per US Dolar, ungkap Gunawan.
“Sentimen positi dari melemahnya harga minyak mentah tidak mempengaruhi Rupiah. Sementaa itu IHSG pada sesi pembukaan sempat melemah ke level 6.185. Berbeda dengan kebanyakan bursa saham di Asia yang justru mengalami penguatan pada perdagangan awal pekan ini. Meski demikian IHSG berpeluang untuk ditransaksikan di zona hijau selama sesi perdagangan belangsung”katanya.
Dikatanya, Pelaku pasar tengahh mencermati penfgunduran diri Gubernur BI, serta melihat dampaknya terhadap kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia dalam beberapa waktu mendatang. Selain itu pasar juga menanti kepastian kebijakan pengendalian uang beredar, dimana Bank indonesia selalu aktif melakukan setabilisasi mata uang maupun peredaran uang lewat pasar obligasi, ujarnya.
Perlaihan kepemimpinan di BI bisa saja merubah arah kebijakan moneter kedepan. Sehingga arah kebijakan BI menjadi sosortan pasar sejauh ini setelah pengunduran diri Bapak Ferry Warjiyo sebagai Gubernur BI sebelumnya. Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat di level $4.104 per ons troy, atau sekitar 2.37 juta per gram. Harga emas menguat ditengah tekanan geopolitik yang mereda, pungkas Gunawan. (Abi)




















