TAPSEL (HARIANSTAR.COM) – Maraknya dugaan perambahan hutan di wilayah perairan Madina dan Tapanuli Selatan jadi pertanyaan dan sorotan tajam publik.
Hal itu dibuktikan dengan berserakannya kayu gelondongan tak bertuan di Pelabuhan HTI hingga puluhan kubik, Minggu (31/5/2026).
Berdasarkan informasi dan investigasi dilapangan saat awak media turun ke lokasi banyaknya penemuan tumpukan kayu meranti dan kapur berbentuk balok. Warga sekitar lokasi sepertinya enggan memberitahukan siapa pemilik kayu tersebut, pada Sabtu (30/5/2026).
Sementara itu saat menggali informasi karena terdapat beberapa bagian balok kayu yang belum diturunkan dari perahu yang diduga untuk melangsir. Ditempat terpisah salah satu warga mengatakan kayu tersebut berasal dari Muara Batang Gadis dan sebahagiannya masih wilayah Tapanuli Selatan.
Dikatakannya, berdasarkan informasi yang ia ketahui pembalakan hutan dan dugaan ilegal logging dibekingi para mafia kayu.
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara saat dikonfirmasi melalui whatsap terkait dugaan penemuan kayu diwilayah HTI, Kecamatan Angkola Selatan ataupun dugaan masuk dari perairan Madina tidak menanggapi.
Kepala KPH X di Kota Padangsidimpuan Kamaluzzaman Nasution melalui whatsapnya mengatakan, akan segera membentuk tim khusus untuk turun kelapangan terkait informasi penemuan kayu dan akan menindaklanjuti informasi kebenaran tersebut. Setelah turun kelapangan kayu sudah dikondisikan di tempat aman, sekaligus menjadi pertanyaan besar dan sorotan publik kenapa bisa demikian. Padahal menurut pengakuannya, kegiatan ilegal logging tidak bisa dibiarkan karena sudah merusak hutan.
Sementara kepala KPH Madina Abdurrahman Saleh Harahap tidak memberikan tanggapan dan menjadi pertanyaan bagaimana pengawasannya terkait informasi bisa lolos dari perairan wilayah teritorialnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, KPH X dianggap buta, sepersen pun tidak pernah ia menerima upeti. Dia tidak akan mentoleril kegiatan ilegal logging siapapun yang terbukti dalam permainan tersebut. (Indra)



























