MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Di tengah dinamika pasar modal yang terus bergerak, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan masyarakat pada prinsip dasar investasi, yakni konsistensi dan disiplin sebagai kunci utama dalam membangun hasil jangka panjang.
Kepala Perwakilan BEI Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Pintor Nasution, dalam siaran persnya, Rabu (25/3/2026), menegaskan bahwa investasi bukan soal seberapa cepat memperoleh keuntungan, melainkan tentang komitmen menyisihkan dana secara rutin dan terencana.
“Investasi bukan tentang kecepatan meraih keuntungan, tetapi bagaimana konsistensi dan disiplin dijaga dalam jangka panjang,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan spekulatif dan trading jangka pendek masih kerap diminati, khususnya oleh investor ritel baru. Padahal, strategi tersebut mengandung risiko tinggi, terutama jika keputusan investasi diambil berdasarkan sentimen sesaat.
Karena itu, BEI terus mendorong pemahaman mengenai strategi investasi yang lebih berkelanjutan dan berbasis perencanaan. Investasi di pasar modal diibaratkan seperti menyusun batu bata satu per satu. Setiap langkah mungkin terlihat kecil, namun jika dilakukan secara konsisten, akan membentuk fondasi yang kokoh.
“Siapa pun dapat memulai investasi dari nominal kecil, asalkan dilakukan secara rutin. Faktor waktu dan disiplin menjadi kekuatan utama dalam mencapai hasil optimal,” jelas Pintor.
Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yakni metode menyisihkan dana dalam jumlah yang sama secara berkala tanpa terlalu terpengaruh fluktuasi harga. Strategi ini membantu investor tetap tenang menghadapi pergerakan pasar sekaligus membentuk harga rata-rata pembelian yang lebih stabil dalam jangka panjang.
Selain itu, kebiasaan berinvestasi rutin juga melatih disiplin finansial. Dengan memanfaatkan fasilitas auto-debet yang kini tersedia di berbagai platform sekuritas dan perbankan, proses investasi dapat berjalan otomatis setiap bulan tanpa harus terus-menerus memantau pasar.
Strategi ini juga menjadikan investasi semakin inklusif. Masyarakat tidak perlu menunggu memiliki dana besar untuk memulai. Bahkan, dengan nominal yang relatif terjangkau, seperti ratusan ribu rupiah, investor sudah dapat berpartisipasi melalui produk investasi seperti reksa dana maupun Exchange Traded Fund (ETF).
Pesan mengenai konsistensi dinilai sangat relevan bagi generasi muda yang kini semakin aktif berinvestasi. Investor diingatkan untuk tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan cepat, melainkan fokus membangun aset secara bertahap dan terencana.
Dengan memulai lebih awal dan menjaga konsistensi, investor berpeluang merasakan manfaat efek bunga berbunga (compounding) dalam jangka panjang, yang menjadi fondasi dalam membangun masa depan finansial yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Sementara itu, minat masyarakat terhadap pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Februari 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 22.969.367 Single Investor Identification (SID). Angka ini mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan literasi dan edukasi agar pertumbuhan tersebut diiringi dengan pemahaman yang memadai.
Dalam konteks tersebut, BEI secara konsisten menyelenggarakan berbagai program edukasi, salah satunya melalui Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dilaksanakan secara rutin di berbagai daerah. Program ini bertujuan memberikan pemahaman dasar hingga lanjutan mengenai investasi di pasar modal, termasuk pengenalan risiko, strategi investasi, serta pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
BEI pun terus mengajak masyarakat untuk memandang investasi sebagai komitmen jangka panjang. Mulailah dari sekarang, lakukan secara rutin, disiplin terhadap rencana yang telah disusun, dan biarkan waktu membantu mewujudkan tujuan finansial.



























