• Latest
  • Trending
  • All
Perang dengan Iran, AS Krisis Amunisi

Perang dengan Iran, AS Krisis Amunisi

7 Maret 2026
Turnamen PB Futsal SMP Kota Medan: Menang Adu Penalti, SMPN11 Tantang SMPN1 di Partai Puncak

Turnamen PB Futsal SMP Kota Medan: Menang Adu Penalti, SMPN11 Tantang SMPN1 di Partai Puncak

31 Oktober 2026
Komitmen Tanpa Kompromi dalam Berantas Peredaran Gelap Narkotika! 

Komitmen Tanpa Kompromi dalam Berantas Peredaran Gelap Narkotika! 

31 Oktober 2026
Hasil 8 Besar Turnamen PB Futsal SMP Kota Medan 2026: Pesta Gol, SMPN1 Medan Melaju ke Semifinal 

Hasil 8 Besar Turnamen PB Futsal SMP Kota Medan 2026: Pesta Gol, SMPN1 Medan Melaju ke Semifinal 

30 Oktober 2026
Kapolres Binjai Laksanakan Jumat Keliling, Sampaikan Himbauan Kamtibmas di Masjid Al-Muhajirin

Kapolres Binjai Laksanakan Jumat Keliling, Sampaikan Himbauan Kamtibmas di Masjid Al-Muhajirin

30 Oktober 2026
Kapolres Langkat Resmikan Jembatan Merah Putih di Alur Cempedak, Akses Antar Dusun Kembali Terhubung

Kapolres Langkat Resmikan Jembatan Merah Putih di Alur Cempedak, Akses Antar Dusun Kembali Terhubung

30 Oktober 2026
Ajak Generasi Muda Terus Berinovasi, Direktur SDM Pertamina Tekankan Karya yang Bernilai Tambah

Ajak Generasi Muda Terus Berinovasi, Direktur SDM Pertamina Tekankan Karya yang Bernilai Tambah

30 Oktober 2026
Tanpa Siverio si ‘Mesin Pencetak Gol’  PSMS Medan Optimis Curi Poin di Markas PSGC Ciamis

Tanpa Siverio si ‘Mesin Pencetak Gol’  PSMS Medan Optimis Curi Poin di Markas PSGC Ciamis

30 Oktober 2026
BULOG Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan Nasional

BULOG Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan Nasional

30 Oktober 2026
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres Pakaian Bekas

Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres Pakaian Bekas

30 Oktober 2026
Polrestabes Medan Gerebek Gudang Penyimpanan 18 Kg Ganja 

Polrestabes Medan Gerebek Gudang Penyimpanan 18 Kg Ganja 

30 Oktober 2026
Kapolres Binjai Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Bongkar dan Musnahkan Barak di Tanjung Jati

Kapolres Binjai Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Bongkar dan Musnahkan Barak di Tanjung Jati

30 Oktober 2026
Bapenda Medan Dorong Digitalisasi Pajak Lewat QRESTO, Perkuat PAD Tanpa Bebani Masyarakat

Bapenda Medan Dorong Digitalisasi Pajak Lewat QRESTO, Perkuat PAD Tanpa Bebani Masyarakat

30 Oktober 2026
Sabtu, Oktober 31, 2026
  • Login
HarianStar.com
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
HarianStar.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Perang dengan Iran, AS Krisis Amunisi

by Yunsigar
7 Maret 2026
in HEADLINE, INTERNASIONAL
Perang dengan Iran, AS Krisis Amunisi

Kompilasi foto alutsista Amerika Serikat. (Aljazeera.net/via gazamedia)

FacebookWhatsappTelegram

WASHINGTON (HARIANSTAR.COM) –
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menggelar pertemuan darurat di Gedung Putih pada Jumat (6/3/2026) untuk membahas percepatan produksi senjata, menyusul kekhawatiran meningkatnya penipisan stok amunisi AS akibat perang yang sedang berlangsung melawan Iran.

Dikutip dari gaza media, Sabtu (8/3/2026) pertemuan tersebut akan melibatkan para eksekutif dari perusahaan industri militer besar Amerika seperti Lockheed Martin dan RTX (Raytheon Technologies). Diskusi berfokus pada upaya mempercepat produksi persenjataan guna mengisi kembali persediaan yang mulai menipis.

Baca Juga

Tanpa Siverio si ‘Mesin Pencetak Gol’  PSMS Medan Optimis Curi Poin di Markas PSGC Ciamis

12 Tim Futsal SMP Terbaik di kota Medan Bakal Bersaing Rebut Piala Walikota 2026

Mobil Mewah Tabrak Pedagang, Seorang Kakek Tewas di Tempat

Sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebut Washington kini menghadapi kebutuhan mendesak untuk membangun kembali stok senjata, khususnya sistem pertahanan udara yang digunakan secara intensif dalam operasi militer di Timur Tengah.

Pemerintah AS juga disebut tengah mempertimbangkan pengajuan anggaran tambahan sekitar 50 miliar dolar untuk mengganti persenjataan yang telah digunakan dalam operasi tersebut. Nilai ini masih dapat berubah bergantung pada lamanya konflik berlangsung.

Kekhawatiran penipisan persenjataan
Kekhawatiran terkait krisis amunisi ini juga muncul di kalangan pejabat militer dan politisi Amerika. Laporan Washington Post menyebut para petinggi Pentagon khawatir konflik dengan Iran dapat berubah menjadi perang jangka panjang yang menguras stok sistem pertahanan udara AS.

Sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa penggunaan rudal pencegat berlangsung sangat intensif. Dalam banyak kasus, dibutuhkan dua hingga tiga rudal pencegat untuk memastikan satu rudal musuh berhasil dihancurkan.

Anggota senior Komite Angkatan Bersenjata DPR AS, Adam Smith, memperingatkan bahwa operasi militer ini akan memaksa Washington menghabiskan cadangan amunisi yang sudah berada di bawah tekanan.

“Pada tahap ini, proses itu sudah dimulai. Kita tidak bisa mengatakan kepada Iran bahwa sistem pertahanan rudal kita sudah habis dan meminta mereka berhenti sejenak,” ujarnya.

Kekhawatiran serupa sebelumnya juga disampaikan Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, yang memperingatkan Gedung Putih bahwa kekurangan amunisi serta minimnya dukungan militer dari sekutu dapat meningkatkan risiko operasi militer terhadap Iran.

Perang mahal melawan drone murah
Salah satu tantangan utama yang dihadapi militer AS adalah serangan drone Iran yang relatif murah namun efektif.

Iran dilaporkan mampu memproduksi lebih dari 5.000 drone setiap bulan, dengan biaya sekitar 50 ribu dolar per unit. Sebaliknya, rudal pencegat yang digunakan AS jauh lebih mahal, mencapai sekitar 4 juta dolar untuk rudal Patriot dan 12,8 juta dolar untuk rudal THAAD.

Ketimpangan biaya ini membuat perang udara melawan drone Iran menjadi sangat mahal bagi Washington. Seorang pejabat Kongres bahkan memperkirakan biaya perang yang sedang berlangsung dapat mencapai sekitar 1 miliar dolar per hari, menurut laporan majalah The Atlantic.

Ancaman bagi posisi global AS

Mantan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga memperingatkan bahwa perang berkepanjangan dengan Iran dapat melemahkan posisi strategis Amerika secara global.

Dalam sebuah podcast Bloomberg, Blinken mengatakan bahwa upaya untuk menciptakan perubahan besar di Iran akan membutuhkan fokus militer jangka panjang di Timur Tengah, yang berpotensi menguras persenjataan Amerika.

“Saya khawatir kita akan menghadapi skenario di mana arsenal Amerika terkuras secara besar-besaran, dan butuh waktu lama untuk membangunnya kembali,” kata Blinken. Menurutnya, situasi seperti itu dapat membuat Washington lebih rentan terhadap tekanan dari kekuatan besar lain seperti China dan Rusia.

Ia juga menyoroti ketimpangan biaya perang, di mana Amerika menggunakan rudal bernilai jutaan dolar untuk menghancurkan drone Iran yang nilainya hanya puluhan ribu dolar.

Eskalasi konflik

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sendiri meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Iran dilaporkan meluncurkan puluhan rudal dan drone ke berbagai target yang berkaitan dengan kepentingan AS di kawasan Timur Tengah.

Militer Amerika menyatakan telah menghancurkan lebih dari 1.000 target Iran, termasuk kapal, fasilitas rudal, dan pusat komando, dalam operasi yang berlangsung kurang dari dua hari.

Namun serangan balasan Iran terus berlanjut, bahkan beberapa di antaranya berhasil menembus pertahanan udara AS. Tiga tentara Amerika dilaporkan tewas dan lima lainnya mengalami luka serius dalam serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

Di tengah eskalasi ini, para pejabat di Washington kini mempertanyakan apakah stok rudal pencegat Amerika mampu menahan gelombang serangan Iran yang terus meningkat—atau justru konflik ini berisiko berkembang menjadi perang panjang yang menguras kemampuan militer AS.

 

Post Views: 327
Tags: ASIranKrisis AmunisiPerang
ShareSendShare
Yunsigar

Yunsigar

Baca Juga

Tanpa Siverio si ‘Mesin Pencetak Gol’  PSMS Medan Optimis Curi Poin di Markas PSGC Ciamis
HEADLINE

Tanpa Siverio si ‘Mesin Pencetak Gol’  PSMS Medan Optimis Curi Poin di Markas PSGC Ciamis

30 Oktober 2026
12 Tim Futsal SMP Terbaik di kota Medan Bakal Bersaing Rebut Piala Walikota 2026
HEADLINE

12 Tim Futsal SMP Terbaik di kota Medan Bakal Bersaing Rebut Piala Walikota 2026

29 Oktober 2026
Mobil Mewah Tabrak Pedagang, Seorang Kakek Tewas di Tempat
HEADLINE

Mobil Mewah Tabrak Pedagang, Seorang Kakek Tewas di Tempat

29 Oktober 2026
Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis
HEADLINE

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, 3 Srikandi UPER Juara 1 Strategi Komunikasi Krisis

26 Oktober 2026
10 Pemain PSMS Medan Paksa PSIS Pulang Tanpa Poin
HEADLINE

10 Pemain PSMS Medan Paksa PSIS Pulang Tanpa Poin

26 Oktober 2026
Mobil Mewah Tabrakan Beruntun di Jalan Sudirman, 3 Orang Alami Luka
HEADLINE

Mobil Mewah Tabrakan Beruntun di Jalan Sudirman, 3 Orang Alami Luka

24 Oktober 2026
Load More
HarianStar.com

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KONTAK
  • PEDOMAN SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • DISCLAIMER
  • TENTANG KAMI
  • INDEKS

Follow Us

No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
    • TNI/POLRI
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • SUMUT
    • KOTA MEDAN
  • INTERNASIONAL
  • ADVERTORIAL

Copyright © 2022 HARIANSTAR*

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In