MEDAN (HARIANSTAR.COM) – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tak menutup kemungkinan seseorang akan mengalami dehidrasi karena kurangnya asupan cairan.
Karena itu, penting untuk memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan baik. Salah satunya dengan mencukupi konsumsi air putih saat sahur.
Berapa banyak air putih yang sebaiknya diminum saat sahur agar tidak mudah merasa haus selama berpuasa?
Spesialis gizi dr Johanes C Chandrawinata, SpGK, menyarankan untuk memperbanyak minum air putih selama Ramadan, terutama saat sahur, guna menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Menurut dr Johanes, seseorang dapat mengonsumsi sekitar dua gelas air putih saat sahur. Air putih tersebut bisa diminum setelah menyantap makanan utama.
“Jangan lupa air, yang dianjurkan itu yang tanpa kalori seperti putih. Jadi dua gelas saat sahur, nanti lanjut (minum air) pada saat buka puasa,” ujarnya dilansir dari sejumlah laman.
Untuk konsumsi teh, dr Johanes, mengutarajan diperbolehkan, asalkan tidak terlalu manis dan tidak terlalu kental.
Teh yang terlalu kental mengandung kafein yang bersifat diuretik. Artinya, kafein dapat merangsang produksi urine sehingga seseorang lebih sering buang air kecil. Kondisi ini berisiko membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Selain dari minuman, cairan juga bisa diperoleh dari buah-buahan. Karena itu, dr Johanes menyarankan untuk mengonsumsi buah saat sahur guna membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus serat, yang dapat membantu melancarkan buang air besar.
“Selama puasa sering ada keluhan susah buang air besar. Nah, jadi jangan lupa harus ada buah-buahan pada saat makan. Minimal kalau bisa sehari dua kali,” tutupnya. (*)



























