SAMOSIR (HARIANSTAR.COM) – Pelaksanaan Lake Toba Writers Festival (Festival Penulis Danau Toba) 2023 yang digelar di Rogate Beach Hotel, Desa Unjur Simanindo, berlangsung mulai tanggal 26 hingga 27 September 2023 resmi dimulai, Selasa (26/9/2023)
Pembukaan yang ditandai penyalaan lilin oleh CEO Indonesia WISE Amol Titus, Kadis Budpar Samosir, Penulis Senior Saut Poltak Tambunan dan Seniman/Budayawan Thomson Hutasoit.
Kemudian, dilanjutkan pemutaran lagu karya musisi dan komponis Batak Nahum Situmorang, dan pembacaan puisi karya Sitor Situmorang sebagai tanda penghormatan dan mengenang kedua tokoh tersebut.
CEO Indonesia WISE Amol Titus mengatakan festival sebagai bagian dari visi pariwisata berkelanjutan di Danau Toba. Dimana ada 3 komponen konservasi yang harus diselaraskan dengan berbagai pemangku kepentingan, yaitu lingkungan, budaya dan masyarakat, Samosir, Rabu (27/9/2023).
Festival merupakan agenda setiap tahunnya pada bulan September, dengan mengundang penulis, sastrawan, budayawan dan orang kreatif. “Untuk itu dibutuhkan dukungan pro aktif dari pemerintah, komunitas, universitas, sponsor, media dan pemangku kepentingan lainnya. Sehingga menginspirasi para penulis untuk mengangkat Danau Toba”, sebut Amol.
Sebagai ciri khas Festival, seperti Bahasa (Batak, Indonesia, Inggris), Sastra (kuno, klasik dan kontemporer), bentuk kreatif (prosa, puisi, opera) dan keberagaman lokal, nasional dan global dengan cara yang menggugah dan inspiratif, dengan nilai TOR – TOR (Truth, Originality, Responsibility – Teamwork, Openness, Respect)
Tak lupa Amol Titus menyampaikan terima kasih atas dukungan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Samosir, para seniman dan sastrawan, pelaku budaya dan seluruh pihak yang terlibat sehingga acara ini bisa terlaksana.
Lake Toba Writers Festival akan diisi dengan paparan materi oleh narasumber diantaranya, Ispirasi Danau Toba Dalam Sastra oleh Budi Hutasuhut dan Sepwan Sinaga, Eksplorasi Sastra Alam versus Pemeliharaan oleh Thomson Hutasoit dan Amol Titus. Kemudian Pertemuan Identitas Etnis Regional, Nasional dan Global yang disampaikan oleh Marta Pardede dan Jones Gultom. Kecapakan Linguistik dan Keahlian Penulis Asia oleh Robert Sibarani dan Binoto Hutabalian, Relevansi dan Kebangkitan Bahasa dan Sastra Batak oleh Saut Poltak Tambunan dan Jekmen Sinulingga, penampilan Opera Batak oleh Thomson Hutasoit Group, Bazar UMKM Lokal, dan pameran buku. (JB Rumapea)


























