Aliansi Masyarakat Melayu Sergai dengan tertib berbaris berbanjar sepanjang jalan didepan kantor Bupati Serhai, mendukung perjuangan warga Rempang. (Foto : biets)SERGAI (HARIANSTAR.COM) – Sekitar seratusan warga yang berasal dari Aliansi Masyarakat Melayu Serdang Bedagai (Sergai), geruduk kantor Bupati Sergai dalam aksinya membela Hak Rakyat Rempang, Minggu (24/9/2023) pagi.
Karena hari libur, Kordinator aksi tidak masuk kedalam lokasi perkantoran dan untuk ini, Korlap aksi memberikan instruksi kepada peserta aksi untuk berdiri disepanjang kaki lima dan tidak menginjak badan jalan, agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Selain itu, Korlap Aksi juga memberikan himbauan kepada peserta, untuk tidak membawa senjata tajam atau alat berbahaya, karena aksi ini bertujuan Damai Untuk Rakyat Rempang.
Demikian disampaikan kordinator A
Aksi, Sunardi bin Ramli kepada media ini dilokasi.
Para orator yang menyuarakan orasinya, sangat menyesalkan tindakan penguasa yang mengusir penduduk asli untuk meninggalkan tanah leluhurnya.
“Padahal sejak ratusan tahun yang lalu sudah dihuni penduduk asli Melayu, bahkan Sultan dari Kerajaan Melayu Riau dulunya yang meminta warga Melayu mendiami pulau Rempang, dengan maksud untuk menghempang penjajah Belanda. Tapi kini oleh penguasa karena akan didirikan perusahaan oleh bangsa mata sipit (China), mereka dipaksa oergia alias diusir dari tanah kelahirannya,” ucap Sutrisno selaku orator.
Untuk itu, ucap Ahmadi dalam orasinya menjelaskan, fokus ulama. tokoh, dan Advokat Sergai dan sekitarnya mengutuk keras aksi perampasan lahan milik warga Melayu itu. Sekaligus menyesalkan perkataan Panglima TNI Marsekal Yudo Margono yang akan “memiting” setiap warga yang menolak untuk direlokasi. Selain itu, menyesalkan adanya tindakan intimidasi terhadap penduduk pulau Rempanh, dimana di alam demokrasi ini Indonesia hukum tak berlaku lagi karena ulah bangsa China.
“Negara sebagai perangkat kekuasaan, wajib menjaga dan melindungi rakyatnya sesuai amanat UU Dasar 1945,bukan sebaliknya untuk menindas rakyat”, ucap orator yang lain secara bergantian.
Aksi damai ini berjalan aman dan tertib, dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Terlihat pengawalan yang ketata dari personel Polres Sergai yang dipimpin Kabag Ops Kompol LS Siregar, Kasat Intelkam AKP Siswoyo dibantu personel Polsek Firdaus dikomandoi oleh AKP Idham Halik selaku Kapolsek.
Setelah lebih kurang dua setengah jam berorasi didepan kantor Bupati Sergai, dengan tertib Aliansi Masyarakat Melayu Sergai, yang berasal dari beberapa kecamatan ini, membubarkan diri tanpa meninggalkan bekas sampah atau lainnya. (biets)

























