MEDAN (HARIANSTAR.COM) -Musyawarah Rayon Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) resmi menetapkan Zulfan Lubis sebagai Ketua Majelis Rayon periode 2026-2031.
Pemilihan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan di Ruang Rapat Senat Akademik USU, Jalan Universitas, Kampus USU, Medan, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh para alumni HMI FIB USU yang dulunya bernama FS (Fakultas Sastra) lintas angkatan yang pernah berproses di lingkungan FIB USU. Selain itu, agenda ini juga dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Ketua MD Kahmi Medan, dr. Delyuzar beserta jajaran, dan pengurus HMI Komisariat FIB USU.
Forum musyawarah ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi gagasan untuk memperkuat kontribusi alumni terhadap kampus dan masyarakat luas.
Dalam sambutannya usai terpilih, Zulfan Lubis menyampaikan komitmennya untuk menjadikan KAHMI Rayon FIB USU sebagai wadah kolaborasi yang aktif, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
“KAHMI bukan hanya ruang nostalgia, tetapi juga ruang pengabdian. Kita ingin alumni FIB USU hadir dengan gagasan, jaringan, dan karya nyata untuk kampus serta masyarakat. Yakin Usaha Sampai,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang lebih erat antarangkatan serta memperkuat sinergi dengan pihak fakultas dan organisasi kemahasiswaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Musyawarah Rayon, Junaidi menyebut, pemilihan berlangsung demokratis melalui mekanisme musyawarah mufakat. Menurutnya, antusiasme alumni yang hadir menunjukkan bahwa semangat kebersamaan di tubuh KAHMI FIB USU masih sangat kuat.
“Ini bukan sekadar memilih ketua, tapi menyatukan kembali energi alumni untuk tujuan yang lebih besar,” katanya.
Ke depan, kepengurusan baru direncanakan akan fokus pada program pengembangan kapasitas alumni muda, kegiatan intelektual dan kebudayaan, serta aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru ini, diharapkan KAHMI Rayon FIB USU semakin solid dan mampu menjadi jembatan antara dunia akademik, profesional, dan pengabdian sosial. (*)



























