LANGKAT (HARIANSTAR.COM) – Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Kepala Dinas Sosial menegaskan bahwa informasi mengenai adanya oknum Dinas Sosial yang meminta warga untuk “mengklaim bantuan”, seperti yang beredar di media sosial dan pemberitaan daring, adalah tidak benar, tidak pernah terjadi, dan tidak sesuai dengan mekanisme resmi penanganan bantuan pada masa tanggap darurat banjir, Minggu (7/12/2025).
Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah menjaga transparansi serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat selama proses penanganan bencana.
Kadis Sosial Langkat, Taufik Rieza, membantah keras tudingan tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/12/2025). “Tidak ada mekanisme klaim bantuan dan tuduhan itu tidak berdasar. Ini merupakan pencemaran nama baik institusi,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan melalui posko resmi berdasarkan data lapangan dari kecamatan, desa, dan relawan. Tidak ada mekanisme titip nama, klaim, ataupun permintaan daftar penerima secara informal.
Taufik Rieza mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi pembuat konten viral tersebut, seorang relawan berinisial R, untuk meminta klarifikasi dan menanyakan siapa personel Dinsos yang diduga melakukan hal itu. “Yang bersangkutan saya hubungi secara baik-baik. Saya tanya langsung siapa petugas kami yang dimaksud. Namun sampai sekarang tidak ada jawaban sama sekali,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ketidakmampuan pihak tersebut menyebutkan nama, jabatan, atau bukti pendukung lain memperkuat bahwa tuduhan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Sejak banjir melanda Kabupaten Langkat, Dinas Sosial bergerak cepat menjalankan tugas kemanusiaan. Dapur umum induk didirikan di Kantor Dinsos dan dapur umum lapangan di sejumlah kecamatan memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari bagi pengungsi.
Selain itu, distribusi logistik dilakukan secara merata ke desa-desa terdampak, mulai dari sembako, matras, selimut, pakaian, kebutuhan bayi, air bersih, hingga perlengkapan esensial lain. Dinsos juga melakukan koordinasi intensif dengan BPBD, BNPB, Kemensos RI, TNI/Polri, perangkat kecamatan, serta relawan, serta melakukan pendataan terpadu melalui aparatur desa, Tagana, dan relawan untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat.
Taufik menegaskan bahwa seluruh aparatur Dinsos bekerja tanpa henti demi memastikan warga terdampak mendapatkan haknya secara merata, cepat, dan tepat sasaran. Di sisi lain, Bupati Langkat Syah Afandin secara rutin turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir dan pada hari ini mendampingi Gubernur Sumatera Utara meninjau korban banjir.
Ia memastikan proses distribusi logistik berjalan sesuai prosedur dan menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyimpangan. “Kami ingin memastikan seluruh warga tertangani. Tidak boleh ada yang terlewat, apalagi disalahgunakan,” ujar Bupati saat memantau penyaluran bantuan di sejumlah titik.
Kadis Sosial menegaskan kembali bahwa penanganan banjir dilakukan secara terpadu, transparan, dan penuh tanggung jawab sesuai arahan Bupati. Seluruh jajaran pemerintah bersama relawan, TNI/Polri, dan unsur masyarakat terus bekerja memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan tepat waktu. Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang, saling mendukung, dan menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana. (Lkt)



























